Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Sotyati 05:51 WIB | Kamis, 08 Februari 2018

WCC Dorong Gereja Bekerja demi Keselarasan Antariman

Ilustrasi. Peserta Kongres Kelima Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional, bertema “Mempromosikan Dialog untuk Perdamaian dan Kemakmuran di Masa Turbulen” di Astana, Kazakhstan. (Foto: PBB/Rick Bajornas)

SATUHARAPAN.COM – Pada awal Pekan Keselarasan Antariman, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia (WCC) mendorong gereja-gereja untuk bekerja demi kerukunan antariman. Dalam sebuah surat kepada persekutuan WCC, Sekretaris Jenderal WCC Dr Olav Fykse Tveit, mengajak kita merenungkan, bahwa kita diingatkan setiap hari, baik dengan cara yang menjanjikan atau menyakitkan, tentang keniscayaan dialog antariman untuk kesejahteraan dan keutuhan keseluruhan ciptaan.

The World Interfaith Harmony Week diperingati setiap tahun selama minggu pertama bulan Februari. Selama minggu-minggu ini, gereja-gereja, masjid, sinagoga, kuil, dan tempat ibadah lain, didorong untuk menyebarkan pesan harmoni antariman, sesuai dengan tradisi dan keyakinan mereka.

“Saling percaya dan saling pengertian antara agama, budaya, dan tradisi spiritual, sangat penting untuk membangun budaya di mana keadilan dan kedamaian akan saling bertaut,” tulis Tveit.

Merefleksikan tema Pekan Harmoni Antariman Sedunia - Cinta akan Tuhan dan Cinta Tetangga, Cinta akan Cinta dan Kasih dari Tetangga - Tveit menulis, “Harapan saya adalah minggu ini akan mengingatkan kita akan kasih Tuhan bahwa kita sebagai orang-orang Kristen telah mengalami melalui Yesus Kristus, dan juga mengilhami kita, untuk meneladani kasih Kristus dalam kaitan dengan hidup bertetangga dengan semua agama.”

Kantor WCC untuk Dialog dan Kerja Sama Antariman mendorong gereja-gereja Kristen di seluruh dunia memperhatikan Pekan Harmoni Antariman ini dengan cara yang bermakna melalui doa dan refleksi. Kantor WCC untuk Dialog Antaragama dan Kerja Sama menyiapkan untuk gereja-gereja yang mungkin ingin menandai kesempatan tersebut dengan doa. Doa syafaat berfokus pada korban kekerasan agama, anak-anak, dan pemimpin agama dan politik.

Beberapa doa yang disiapkan untuk tahun ini dapat ditemukan di bawah ini:

Tuhan Penyembuh Abadi, kami berdoa untuk semua korban kekerasan yang dilakukan atas nama agama. Kami berdoa bagi mereka yang telah menderita di tangan orang-orang yang mengaku beriman dan orang-orang yang kenangannya terluka oleh kebencian. Kami berdoa di mana ada penderitaan, di mana ada ketakutan untuk menyuarakan kebebasan.

Tuhan Mahakudus, kami berdoa untuk anak-anak dan remaja di seluruh dunia, terutama mereka yang tinggal di tempat-tempat yang dirusak oleh kekerasan atas nama iman. Kami berdoa untuk bisa membangun komunitas dengan komitmen dan ketahanan untuk melawan semua bentuk ekstremisme dan radikalisasi agama. Kami berdoa untuk mendorong peran remaja yang akan menumbuhkan kerukunan dan mengupayakan berkembangnya semua upaya itu.

Tuhan yang Maha Mendengar, kami berdoa untuk semua pemimpin agama dan politik. Di mana ada penyalahgunaan iman, maka biarlah hikmat berkarya atasnya. Di mana keberanian dibutuhkan, karuniakanlah keberanian. Di mana kerendahan hati dibutuhkan, memberi mereka kerendahan hati. Kami berdoa untuk cara yang lebih baik dalam menangani konflik, dan kami berdoa agar saat di mana kekerasan berganti dengan masa-masa penuh kebaikan, segera datang. (oikoumene.org)

Editor : Sotyati

Back to Home