Loading...
RELIGI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 15:27 WIB | Selasa, 22 Juli 2014

WCC: Eksodus Komunitas Kristen Mosul Irak Tragedi

WCC prihatin pada tragedi yang menimpa umat Kristen di Mosul, Irak. (Foto: Al Ahram/AP).

JENEWA, SATUHARAPAN.COM – Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Dewan Gereja-gereja Dunia (World Council of Churches/WCC), Pdt. Dr. Olav Fykse Tveit menyatakan keprihatinan mendalam atas eksodus komunitas Kristen dari Mosul, Irak. Eksodus terjadi karena ancaman dari Islam yang memproklamirkan diri sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Tveit menyebut perkembangan ini adalah tragedi untuk kedua komunitas baik Kristen dan Muslim.

Menurut laporan dari pihak setempat, komunitas Kristen telah diberi tahu jika mereka ingin tetap di Mosul, mereka harus pindah agama menjadi Muslim, membayar Jizya (pajak untuk non-Muslim) atau meninggalkan kota tersebut. Jika mereka tidak mengambil langkah-langkah tersebut, maka mereka diancam akan dibunuh.

Karena situasi ini, masyarakat Syiah di Mosul juga terdorong untuk pergi meninggalkan kota itu. Saat ini, sejumlah orang Kristen telah mengungsi di biara-biara negara tetangga, beberapa desa dan wilayah Kurdi di Irak.

“Peristiwa ini sangat menyedihkan ketika kita melihat akhir yang jelas dari keberadaan komunitas Kristen di Mosul yang telah berabad-abad ada di sana dan merupakan awal sejarah dari kekristenan,” kata Tveit, Senin (21/7).

Tveit terpanggil untuk mendoakan “bagi seluruh rakyat Irak saat ini dan khususnya mereka yang berasal dari kelompok minoritas, baik Kristen dan Muslim, yang terlah terpaksa meninggalkan rumah mereka.”

Dalam pernyataan itu, Tveit juga menyebutkan pernyataan Patriark Louis Raphael Sako, patriark Katolik Khaldea Baghdad yang menyebut situasi yang berkembang saat ini di Irak merupakan situasi yang sangat “mengganggu” dan “tragis”.

Tveit menegaskan sikap komite sentral WCC dalam sebuah pernyataan di awal bulan ini yang mendesak “inisiasi proses politik inklusif untuk memperkuat hak-hak asasi manusia, khususnya yang berkaitan dengan kebebasan beragama, untuk segera menetapkan aturan hukum dan menjamin persamaan hak bagi semua warga negara.”

Pernyataan komite sentral tersebut menjamin dukungan masyarakat ekumenis untuk gereja-gereja di Irak, menghargai komitmen mereka untuk terlibat dalam dialog konstruktif dengan komunitas agama dan etnis lainnya sehingga warisan pluralistik masyarakat mereka dilindungi dan dijamin. (oikoumene.org)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home