Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Sotyati 10:58 WIB | Jumat, 01 Juni 2018

WCC Serukan Hari Doa Sedunia untuk Akhiri Kelaparan

Ilustrasi. Anak-anak kurang gizi menjadi pemandangan umum di sebagian wilayah timur Afrika. (Foto:enca.com)

SATUHARAPAN.COM – Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches/WCC), Persekutuan Injili Sedunia (World Evangelical Alliance), dan Konferensi Gereja-gereja Seluruh Afrika (All Africa Conference of Churches), bersama koalisi mitra lain, mencanangkan 10 Juni sebagai Hari Doa Sedunia ke-2 untuk Mengakhiri Kelaparan.

Afrika Timur, wilayah tanduk Afrika, Yaman, dan Nigeria timur laut, terus dicengkeram krisis pangan parah. Di seluruh wilayah itu, 30 juta orang mengalami kelaparan pada tingkat yang mengejutkan. Tetapi, kelaparan itu hanyalah puncak gunung es dari kerawanan pangan yang dialami secara global.

Pada 2017, hampir 124 juta orang di 51 negara dan teritorialnya menghadapi krisis kerawanan pangan pada tingkat akut atau lebih buruk. Sayangnya, ada kesenjangan pendanaan sebesar 29 persen dari jumlah yang dibutuhkan.

Tindakan dan tanggapan yang tidak memadai dalam mengatasi keadaan darurat kelaparan yang paling besar di dunia ini akan menyebabkan kesengsaraan yang tak terkatakan, kekurangan gizi, dan kematian. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sebanyak 1,4 juta anak bisa meninggal karena kelaparan dalam beberapa bulan mendatang.

Jalan keluar yang mudah dari situasi itu adalah kembali merujuk kepada orang-orang atau komunitas yang membutuhkan, seperti dikemukakan Pendeta Dr Olav Fykse Tveit, Sekretaris Jenderal WCC.

“Kami sering mendengar tanggapan dari kalangan kami sendiriuntuk orang-orang yang berada dalam situasi putus asa, kelaparan, dan haus, dengan mengajukan pertanyaan: ‘Mengapa Anda tidak mempersiapkan diri untuk masa-masa sulit? Apakah Anda tidak menyimpan uang? Mengapa Anda tidak berhenti saling berkelahi? ’”

Namun, 30 juta orang yang menghadapi risiko kelaparan itu memang membutuhkan lebih banyak daripada bagian dunia lain, Tveit menyerukan. “Kamu memberi mereka sesuatu untuk dimakan. Itulah yang Yesus perintahkan agar kita lakukan.”

Pdt R Christopher Rajkumar dari Dewan Nasional Gereja-gereja India, dan ketua Kelompok Strategi Kampanye Pangan untuk Hidup dari Aliansi Advokasi Ekumenis WCC, menambahkan, “Ini bukan soal banyak atau sedikit yang diminta dari kita untuk berbagi. Kita dipanggil untuk berbagi apa yang kita miliki, terlepas dari situasi yang kita sendiri alami. Tidak perlu khawatir jika yang kita bagikan hanya dapat mencukupi sedikit dari banyak orang yang membutuhkan. Jika dilakukan bersama-sama, kita bisa mengubah rasa lapar menjadi kenyang dan banyak!” (oikoumene.org)

 

Editor : Sotyati

Zuri Hotel
Back to Home