Loading...
INSPIRASI
Penulis: Endang Hoyaranda 04:51 WIB | Senin, 06 Agustus 2018

Wirausahawan Muda, Tak perlu Patah Semangat

”Merayakan keberhasilan itu baik, namun berfokus pada kesalahan dalam kegagalan adalah lebih baik” (Bill Gates, Pendiri Microsoft).
Bill Gates (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Bill Gates, pendiri Microsoft; Steve Jobs, pendiri Apple; maupun Jeff Bezos, pendiri Amazon; ketiganya memulai bisnis mereka ketika masih terhitung muda, sedikit di atas 20 tahun. Bahkan Mark Zuckerberg, pendiri Facebook,  yang menggunakan blue jeans ketika menemui Presiden Joko Widodo, baru berusia 19 tahun ketika memulai usahanya dari kamar asramanya. Ia kemudian memutuskan untuk meninggalkan studinya di Harvard Business School agar bisa berkonsentrasi pada bisnis medianya itu. Kini, pada usia 34 tahun, Zuckerberg sudah masuk dalam jajaran milyarder Amerika Serikat. Kekayaannya sudah melampaui triliunan rupiah.

Mereka berempat adalah pengecualian di antara sedikit orang yang mengawali wirausaha pada usia muda dan tetap sukses hingga kini.  Kebanyakan wirausahawan yang sukses, memulai usaha di usia yang lebih senior, yaitu di atas 40 tahun. Bahkan sebuah survei yang dilakukan Harvard Business Review menemukan bahwa usia rata-rata wirausahawan yang di kemudian hari sungguh-sungguh sukses adalah 45 tahun.

Bisa jadi, Harvard Business Review mengadakan survei tersebut setelah kemunculan sejumlah wirausahawan supermuda yang terbit belakangan ini. Sebut saja mereka yang masuk dalam daftar ”10 Succesful Young Entrepreneurs” versi Investopedia, antara lain: Hart Main, usia 14 tahun—pendiri usaha lilin beraroma jantan ManCans; Jack Kim, usia remaja—pendiri dan pemilik Benelab, search engine khusus bagi penggalangan dana; lalu Willow Tufano, usia 14 tahun—pengusaha real estate yang belajar dari ibunya yang bekerja di bidang real estate. Ada pula Cameron Johnson, yang pada usia 9 tahun, memulai usaha mendesain kartu ucapan dan undangan, kemudian berkembang ke bisnis lain, sehingga pada usia 15 tahun sudah memiliki pendapatan sekitar 5 milyar rupiah per bulan. Pasti masih banyak lagi wirausahawan muda yang layak disebutkan.

Ada yang berpendapat bahwa generasi Millenial ini  ”terpaksa” berwirausaha karena generasi Baby Boomers  tak kunjung pension. Sehingga lapangan kerja menjadi terbatas bagi generasi ”Zaman Now”.

Nah, hasil survei Harvard Business Review—yang dipublikasi oleh Azoulay, Jones, Kim dan Miranda—itu ternyata menemukan bahwa kebanyakan wirausaha di Amerika Serikat didirikan ketika pendiri berusia rata-rata 42 tahun. Dalam bidang IT, usia pendiri lebih mengarah ke awal 40-an, sementara untuk bisnis bidang perminyakan, atau bioteknologi, usia pendiri lebih mendekat ke 50-an.

Wirausaha yang terbilang paling sukses, didirikan rata rata oleh mereka yang berusia 45 tahun. Mereka yang mengawali bisnisnya pada usia yang lebih muda, cenderung kurang bisa bertahan lama dibanding mereka yang mengawali bisnisnya di usia lebih tua. Mereka yang tua, katanya ”take many more bites out of the apple”. Orang lebih senior lebih banyak makan asam garam, lebih memiliki latar belakang dalam mengambil keputusan, bisa mengoreksi yang salah sambil meningkatkan yang baik, karenanya lebih sering tepat sasaran. Survei juga mengatakan bahwa keberhasilan usaha yang didirikan oleh wirausahawan yang semakin senior akan semakin besar keberhasilannya. Hal itu nyata sampai usia 50 tahunan. Mereka yang mendirikan usaha pada usia 60 tahunan, cenderung tidak lagi menujukkan peningkatan kesuksesan yang berarti.

Anda yang muda, sangat bisa jadi, sama dengan hasil survei itu. Jika fokus pada bidang yang dikuasai, belajar dari kesalahan, bangkit setelah terjatuh, ”take many bites out of the apple”,  niscaya keberhasilan akan menjadi milik Anda.

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home