Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 09:25 WIB | Rabu, 13 September 2017

YASYOB Ingin Terus Menjadi Saluran Berkat Bagi Orang Lain

Pendeta William H. Hosanna sebagai Ketua YASYOB. (Foto: Melki Pangaribuan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Yayasan Gema Kasih Yobel (YASYOB), Pendeta William H. Hosanna, mengatakan bahwa prinsip hidupnya adalah kita diberkati oleh Tuhan harus menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Menurut dia, Gereja Kristus Yesus (GKY) sudah diberkati Tuhan, maka kita harus mengingat orang-orang yang susah, khususnya mereka yang di tempat-tempat kecil.

"Jadi mereka itu perlu diperhatikan, karena dihadapan Tuhan baik yang mapan dan yang kurang itu sebab nilainya sama," kata Pendeta William kepada satuharapan.com, di sela-sela perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-6 YASYOB dan ulang tahunnya ke-70 di Gereja Kristus Yesus Jemaat Mangga Besar, Jakarta, hari Selasa (12/9) malam.

Menurutnya, kita yang sudah diberkati diharapkan untuk selanjutnya tetap harus mempunyai "mindset" menjadi berkat bagi orang lain, hanya dengan demikian maka kita sebagai warga negara bisa betul-betul membangun, tapi juga memang kehendak Tuhan dalam kehidupan kita sebagai umat-Nya.

Pendeta William mengatakan, YASYOB ke depan tentunya diharapkan menuju kepada sesuatu yang lebih indah. 38 tahun yang lalu dia telah memulai dengan Sekolah IPEKA (Iman Pengharapan Kasih) di kota.

"Nah sekarang ada kesempatan yang belum dicapai, melalui Yobel ini diharapkan GKY betul-betul menjadi gereja yang bukan hanya di kota, yang memperhatikan kota, tapi kepada mereka-mereka yang dilupakan. Supaya mereka juga suatu saat bisa mendapatkan pendidikan melalui pendidikan nasib mereka suatu saat berubah. Setelah itu mereka mengenal kepada Sang Pencipta, Juru Selamat, Yesus Kristus," katanya.

Pendeta William juga menyampaikan harapan di usianya ke-70, ia berharap dapat mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, serta kerajaan Tuhan melalui bidang pendidikan dan pelayanan kepada orang-orang yang susah.

"Saya masih diberikan kesehatan oleh Tuhan dan masih dipercaya oleh Jemaat. Jadi saya berusaha untuk memakai waktu yang terakhir ini untuk memberikan sesuatu kepada bangsa, negara, dan pada Kerajaan Tuhan melalui pendidikan, melalui pelayanan kepada orang-orang susah," katanya.

Profil Singkat

Pada tahun 2006, Pendeta William kembali ke Gereja Kristus Yesus (GKY) setelah menyelesaikan pelayanan di Dallas Chinese Bible Church selama delapan tahun. Saat memasuki masa emeritasi di tahun 2012, Tuhan menyatakan “great and mysterious things” dalam bentuk pelayanan Yayasan Yobel, yang belum pernah dipikirkan dan impikan sebelumnya.

Selama enam tahun berjalan, janji pernyertaan Tuhan Yesus terus terjadi dan berkembang. Visi YASYOB adalah masyarakat Indonesia yang sejahtera dan misi YASYOB adalah mewujudkan Shalom secara kontekstual di tengah masyarakat Indonesia yang membutuhkan melalui pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mewujudnyatakan misi Allah yang holistik.

YASYOB mengutamakan pelayanan pada bidang pendidikan melalui Sekolah Kasih Yobel (SKY) antara lain di Lubuklinggau di Sumatera Selatan, SKY Singkawang di Kalimantan Barat, SKY Kupang di Nusa Tenggara Timur, serta Panti Asuhan Kasih Bapa Kebayoran dan Rumah Bersama di Banyumas, Jawa Tengah.

Yayasan Gema Kasih Yobel didirikan pada Agustus 2011 di bawah naungan Sinode Gereja Kristus Yesus.

 

 

Back to Home