Loading...
RELIGI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 20:32 WIB | Jumat, 22 Agustus 2014

Yonky Karman: Umat Kristen Harus Kontrol Rasional Keagamaan

Pdt Yonky Karman saat memberikan keterangan. (Foto: Elvis Sendouw)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Yonky Karman, PhD, dosen Kitab Suci Ibrani di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STT Jakarta) menyatakan bahwa umat Kristen dalam menanggapi konflik Timur Tengah, khususnya Gaza harus bisa mengontrol rasionalitas agama dengan rasionalitas kemanusiaan.

“Begitu ada persoalan kemanusiaan di sana (Gaza) maka rasionalitas kemanusiaan harus mengontrol rasionalitas keagamaan kita. Barulah di situ dia menjadi umat beragama yang sehat,” kata dia kepada satuharapan.com usai memberikan pemaparan dalam diskusi “Tragedi Gaza dan Maknanya Bagi Kita” di STT Jakarta, Jakarta, Jumat (22/8).

“Kalau tidak, kita bisa menjadi umat beragama yang kejam yang tidak berperikemanusiaan. Bisa kita lihat ISIS dan Hitler yang memakai agama dan menutup mata untuk rasa kemanusiaan.”

Menurutnya, konflik yang terjadi di Gaza merupakan suatu konflik politik antara Israel dengan Palestina jadi konflik tersebut jangan dicampur dengan agama. Apalagi ada yang beranggapan bahwa Israel merupakan bangsa pilihan Tuhan. Dia menjelaskan bahwa anggapan itu tidak bisa disalahkan. Tapi, yang menjadi masalah adalah ada konflik kemanusiaan yang telah terjadi di Gaza. Jutaan orang Palestina diusir oleh orang Yahudi dari tanah kelahiran mereka.

Dia menegaskan bahwa konflik ini adalah adanya suatu kekuatan yang begitu besar menindas kelompok lainnya, seharusnya secara otomatis agama apapun termasuk Kristen harus membuka mata hatinya untuk masalah kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

Yonky memberikan perumpamaan  seperti orang Samaria yang baik hati di mana dia menolong seorang yang sedang terluka karena dirampok tanpa melihat apa latar belakang orang yang sedang terluka itu. Dia menjelaskan bahwa latar belakang orang Samaria itu adalah karena rasa kemanusiaan bukan karena siapa orang yang ditolong tersebut.

“Saya kira orang Kristen harus kembali bertanya, bagaimana saya menjadi sesama bagi orang yang terluka. Itu mungkin akan lebih menolong dan membantu membangkitkan rasa solidaritas terhadap orang Palestina,” kata dia.

Diskusi “Tragedi Gaza dan Maknanya Bagi Kita” ini dihadiri oleh Pdt. Stephen Suleeman; dosen STT Jakarta, Fariz Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia; Zuhairi Misrawi, pengamat politik Timur Tengah dan Pdt. Yonky Karman, dosen kitab suci Ibrani STT Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari beberapa kalangan seperti mahasiswa dan umum.

Editor : Bayu Probo

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home