Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 15:10 WIB | Jumat, 12 Juni 2015

Yordania Larang Buku-buku Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah disebutkan mengeluarkan mengeluarkan fatwa dan menyatakan jihad melawan penguasa Mongol atas dasar bahwa mereka tidak mengikuti hukum Syariah, dan dengan demikian tidak "benar-benar" sebagai Muslim. (Foto: dari Wikipedia)

AMMAN, SATUHARAPAN.COM – Pemerintah Yordania dilaporkan melarang buku-buku karya sarjana Islam abad pertengahan, Ibnu Taimiyah. Dan para pemilik penerbitan dilaporkan menahan buku-buku tersebut.

Selain itu, semua buku karya Ibnu Taimiyah juga dikabarkan tidak boleh memasuki Yordania, meskipun belum ada pernyataan resmi  tentang larangan itu oleh pemerintah Yordania, seperti dilaporkan situs berita Al Araby Al Jadeed.

Langkah ini diduga terkait pembunuhan pilot Yordania, Moaz al-Kasasbeh, yang dibakar sampai mati di Suriah tahun lalu oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. Tindakan kelompok ISIS diperkirakan sangat dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Taimiyah.

Seorang sarjana Islam yang hidup pada abad ke-12, Ibnu Taimiyah, menurut Al Araby, dianggap mempunyai pengaruh yang besar dalam perkembangan kelompok dan para tokoh Islam dari aliran Wahhabisme dan Salafisme.

Dia berupaya mengembalikan Islam Sunni dengan apa yang dipandang sebagai interpretasi sebelumnya terhadap Al-Quran. Dia juga dikenal dengan mengeluarkan fatwa dan menyatakan jihad untuk melawan penguasa Mongol atas dasar bahwa mereka tidak mengikuti hukum Syariah, dan dengan demikian tidak "benar-benar" sebagai Muslim.

Beberapa ahli percaya bahwa kelompok ISIS telah mengeksploitasi gagasan dan fatwa Ibnu Taimiyah sebagai pembenaran atas tindakan mereka.

Menurut Al Araby, Presenter televisi Mesir, Islam el-Behery, memuji keputusan itu dan menghargai apa yang dilakukan oleh Yordania dan Raja Abdullah.

"Ini adalah (langkah) awal," kata dia yang diposting di halaman Facebook. "Hari ini, secara resmi, Departemen Pers dan Publikasi Yordania memberlakukan larangan pada buku Ibnu Taimiyah.  Yordan menjadi negara Arab pertama yang mengambil tindakan tersebut terhadap buku-buku...  Ibnu Taimiyah untuk menghadapi terorisme dengan tindakan dan bukan hanya kata-kata. Bravo Yordania dan Raja Abdullah," tambahnya.

Sementara itu, seperti dikutip Al Araby, Abu Muhammad al-Maqdisi, seorang penulis Islam Salafi berdarah Yordania-Palestina, dan mantan jihadis, memiliki pandangan yang berbeda. "Adalah kebodohan menahan buku Syekh al-Islam Ibnu Taimiyah atau melarangnya dengan dalih kesalah-pahaman ISIS  atas fatwanya, sama buruknya  dengan memungkinkan buku yang secara langsung menghina agama dan nabi kami," kata Maqdisi di akun Twitter-nya.

Namun demikian, keputusan resmi larangan buku Ibnu Taimiyah belum diumumkan oleh otoritas Yordania.

Menteri Yordania urusan Islam, Hayel Dawood, membantah bahwa dia atau kementeriannya telah mengeluarkan keputusan mengenai larangan terhadap buku-buku tersebut. Dia mengatakan bahwa draft proposal yang belum diperiksa itu bocor.

Dawood mengatakan keputusan mengenai larangan tersebut akan "dikeluarkan segera"  dan bahwa penyelidikan internal yang telah dilakukan atas kebocoran informasi itu. Dan menurut koresponden  Al-Araby al-Jadeed di Yordania, Mohammad Fadilat, sebelumnya tidak ada larangan seperti itu.

Sebuah konferensi juga akan akan diadakan pekan depan yang  membahas ideologi  ISIS, dan juga membahas  program di perguruan tinggi yang menggunakan buku-buku karya Ibnu Taimiyah, termasuk kemungkinan  hal itu harus diubah, lapor Al Araby.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home