Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 11:27 WIB | Selasa, 10 April 2018

Zuckerberg Bertanggung Jawab atas Kegagalan Facebook Lindungi Data Pribadi

Mark Zuckerberg tiba di Gedung Capitol, Washington DC, Senin, 9 April 2018, untuk bertemu Senator Dianne Feinstein. Zuckerberg dijadwalkan memberikan keterangan di depan panel Senat hari Selasa dan panel DPR hari Rabu. (Foto: sobserver.com)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM — Pemimpin Facebook Mark Zuckerberg menyatakan bertanggung jawab atas kegagalan jaringan sosial itu melindungi data pribadi dan mencegah manipulasi platform tersebut, menurut kesaksian yang dirilis Senin (9/4) malam, sehari sebelum penampilannya yang pertama di depan sebuah panel Senat hari Selasa.

“Kami tidak memiliki pandangan cukup luas mengenai tanggung jawab kami, dan itu adalah kesalahan besar. Itu adalah kesalahan, dan saya minta maaf,” kata Zuckerberg dalam pernyataan tertulis yang dirilis panel DPR Amerika, seperti dikutip AFP.

“Saya mendirikan Facebook, saya menjalankannya, dan saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sini,” kata Zuckerberg.

Zuckerberg dijadwalkan memberikan keterangan di depan panel Senat hari Selasa (waktu setempat, Red) dan panel DPR hari Rabu ditengah-tengah hujan kritikan terkait pembajakan jutaan data pengguna Facebook oleh perusahaan Inggris Cambridge Analytica, yang bekerja dengan kampanye Donald Trump dalam pemilihan presiden tahun 2016.

Dalam pernyataan tertulisnya, Zuckerberg menyebut Facebook sebagai perusahaan yang “idealistis dan optimistis” dan mengatakan: “Kami terfokus pada semua hal baik yang dapat diperoleh dengan menghubungkan orang.”

Namun, ia juga mengakui, “sekarang jelas Facebook tidak berbuat cukup untuk mencegah alat-alat ini juga digunakan untuk hal-hal buruk, seperti berita palsu, campur tangan asing dalam pemilu, dan ujaran kebencian, serta pelanggaran privasi data.”

Zuckerberg mengurut serangkaian langkah yang telah diumumkan Facebook yang bertujuan menghindari terulangnya penyalahgunaan data oleh pihak ketiga seperti Cambridge Analytica, dan mengemukakan bahwa aplikasi-aplikasi lain juga diselidiki untuk mengetahui apakah mereka berbuat kesalahan.

“Kami sedang dalam proses menyelidiki semua aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar informasi sebelum kami mengunci platform kami tahun 2014,” kata Zuckerberg, yang hari Senin terlihat berada di Gedung Capitol, di mana ia melakukan paling tidak satu pertemuan dengan seorang legislator.

“Kalau kami mendeteksi kegiatan yang mencurigakan, kami akan melakukan audit forensik penuh. Dan kalau kami mendapati bahwa seseorang menyalahgunakan data, kami akan melarang pelakunya dan memberitahu semua yang terimbas,” katanya. (voaindonesia.com)

Editor : Sotyati

Back to Home