Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 18:35 WIB | Jumat, 11 November 2016

4 Rekomendasi Bappenas Hadapi Risiko Global-Domestik

Kepapa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/ Menteri Perencanaan Negara, Bambang PS Brodjonegoro (Foto: dok satuharapan/Bob H Simbolon)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merekomendasikan empat kebijakan antisipatif yang dapat dilakukan pemerintaah untuk mengantisipasi dampak negatif berbagai risiko global dan domestik ke depan, khususnya pada 2017 mendatang.

Direktur Keuangan Negara dan Analisa Moneter Bappenas Amalia Adininggar mengatakan, kebijakan pertama yakni pelonggaran kebijakan moneter. Stimulus kebijakan moneter merupakan salah satu alternatif yang diperlukan untuk mendorong aktivitas perekonomian, seiring dengan terbatasnya ruang gerak stimulus fiskal.

"Penurunan suku bunga akan mendorong peningkatan investasi dan konsumsi rumah tangga," ujar Amalia di Jakarta, Jumat.

Kebijakan kedua, lanjutnya, adalah pemanfaatan dana repatriasi untuk disalurkan menjadi investasi di sektor riil. Dana repatriasi dinilai akan memberikan dampak positif lebih besar pada perekonomian ketika dana tersebut dapat disalurkan ke sektor riil, karena akan memberikan efek pengganda yang lebih signifikan, terutama untuk menggerakkan sektor ekonomi lainnya yang kemudian berujung pada penyerapan lapangan kerja.

"Oleh karenanya, pemerintah perlu mendorong terbentuknya berbagai instrumen investasi baru yang dapat mendorong tersalurkannya dana repatriasi ke sektor riil," kata Amalia.

Sementara itu, rekomendasi kebijakan ketiga yakni reformasi struktural. Reformasi struktural yang dilakukan pemerintah sejak awal 2015, juga diperkirakan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dampak positif tersebut akan terjadi jika reformasi struktural yang dilakukan sudah mulai membuahkan hasil, yaitu meningkatkan tingkat produktivitas ekonomi secara keseluruhan.

"Terkait dengan itu, pemerintah harus secara intensif memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan reformasi struktural agar terlaksana sesuai rencana, sehingga secara efektif dapat mendorong peningkatan produktivitas nasional," ujarnya.

Sedangkan rekomendasi terakhir adalah realisasi dan percepatan proyek pembangunan infrastruktur pemerintah. Pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang ketenagalistrikan, akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai tambah perekonomian nasional dan regional.

"Selain akan menjadi media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, investasi di sektor kelistrikan juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, baik dari sektornya sendiri maupun sektor lainnya," kata Amalia.(Ant)

 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home