Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 10:32 WIB | Selasa, 29 November 2016

5.400 Orang Ikut Uji Klinis Vaksin HIV

Foto ilustrasi penelitian vaksin. (Foto: Ist)

PRETORIA, SATUHARAPAN.COM – Sebuah vaksin baru untuk melawan virus yang menurunkan kekebalan tubuh (HIV) akan diuji coba secara klinis di Afrika Selatan, mulai hari Rabu (30/11). Hal itu akan menjadi pencegah HIV jika berhasil, kata para ilmuwan.

Penelitian vaksi yang disebut sebagai HVTN 702 itu akan diuji pada 5.400 pria dan perempuan yang aktif secara seksual dan berusia antara 18 dan 35 tahun di 15 lokasi di seluruh Afrika. Hal ini akan menjadi uji vaksin paling maju dan terbesar di mana Afrika Selatan memiliki situasi dengan 1.000 orang terinveksi HIV setiap hari.

Jika digunakan dan terbukti mencegah HIV, vaksin yang aman dan efektif bisa menjadi ‘paku terakhir di peti mati’ akibat HIV, ‘’ kata Antony Pauci direktur Institue Nasional Penyakit Alergi dan Infeksi (NIAID) Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan yang dirilis menjelang uji coba.

‘’Vaksin yang cukup efektif secara signifikan akan mengurangi beban penyakit akibat HIV dari waktu ke waktu di negara-negara dengan populasi inveksi HIV yang tinggi, dalam 3,5 tahun masa tindak lanjut setelah vaksinasi, katanya seperti dikutip AP.

Vaksin ini digunakan untuk memberi perlindungan yang lebih kuat dan berkelanjutan dan disesuaikan dengan sub tipe HIV yang mendominasi di Afrika Selatan.

HIV telah memakan korban dan menghancurkan bagi Afrika Selatan, dan jika vaksin ini bekerja dengan efektif akan bisa mencegah pandemi HIV.

Para relawan dalam uji klinis ini didanai oleh NIAID, mereka secara acak menerima resimen vaksin atau placebo. Semua peserta akan menerima lima suntikan dalam satu tahun. Peserta yang terinfeksi HIV akan dirujuk  untuk perawatan dan pengobatan di rumah sakit dan akan mendapatkan nasihat tentang pengurangan risiko menularkan virus.

Di Afrika Selatan terdapat sekitar 6,8 juta orang yang hidup dengan HIV. Namun pemerintah meluncurkan program yang terbesar di dunia dan memberi hasil. Usia harapan hidup di Afrika Selatan turun akibat HIV, dan telah mulai membaik dari 57,1  tahun pada 2009 menjadi 62,9 tahun pada 2014.

Studi vaksin HIV ini diharapkan akan memberikan hasil pada tahun 2020.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home