Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 16:44 WIB | Kamis, 19 Maret 2020

Adakan Pesta Minum Kencing Sapi, Aktivis Partai di India Ditangkap

Mereka yakin Kencing sapı menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk COVID-19.
Seorang perempuan India minum kencin sapi dalam acara yang diselenggarakan oleh kelompok agama Hindu untuk mempromosikan kencing sapi sapi sebagai obat untuk melawan virus corona baru di New Delhi, India, pada hari Sabtu (14/3). (Foto: AP)

KOLKATA, SATUHARAPAN.COM-Seorang aktivis partai yang berkuasa di India ditangkap setelah seorang jatuh sakit, karena meminum urin sapi yang dilakukan dalam sebuah pesta. Itu dilakukan untuk memerangi virus corona baru (COVID-19), kata polisi hari Rabu (18/3).

Narayan Chatterjee, aktivis Partai Bharatiya Janata, ditangkap oleh polisi negara bagian Bengal Barat, hari Selasa (17/3) malam karena "mengatur acara minum urin (air kencing) sapi dan memaksa relawan untuk minum," kata kepala kepolisian Kolkata, Anuj Sharma.

"Relawan itu jatuh sakit pada hari Selasa (17/3)dan mengajukan pengaduan ke polisi. Aktivis BJP itu ditangkap pada malam harinya."

Presiden cabang BJP di Bengal Barat mengatakan bahwa penangkapan Chatterjee tidak menguntungkan. “India adalah negara yang demokratis. Setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya," kata Dilip Ghosh.

"Sangat disayangkan bahwa Chatterjee ditangkap karena mengutarakan pendapatnya yang mengorganisir acara itu. Kita tidak tahu apakah sukarelawan itu dipaksa minum air seni sapi," katanya.

Pesta Minum Kencing Sapi

Banyak warga di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa dan mayoritas Hindu ini yang menganggap sapi sebagai suci, dan percaya air kencing sapi adalah obat mujarab untuk segala macam penyakit, dari radang sendi, asma hingga kanker dan diabetes.

Hari Sabtu pekan lalu, puluhan aktivis Hindu mengadakan pesta minum kencing sapi di ibu kota New Delhi di mana mereka mengadakan ritual api dan minum air kencing sapi dari cangkir tanah liatuntuk melawan COVID-19.

Sementara itu, seorang pedagang susu di negara bagian yang sama ditangkap pada hari Selasa (17/3) karena menjual air seni dan kotoran sapi, dan mengklaim bahwa itu "akan menjaga dari virus corona baru", kata perwira senior polisi dari distrik Hooghly, Humayan Kabir.

Kabir mengatakan bahwa pedagang itu, Sheikh Masud, menjual urin sapi seharga 500 rupee India (setara US$ 6,69) per liter dan kotoran sapi seharga 400 rupee per kilogram.

Masud menggantung poster di tokonya dengan tulisan: "Minum urin sapi untuk menangkal virus corona." Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia terinspirasi untuk menjual kotoran setelah mendengar tentang pesta minum kencing sapi di New Delhi.

Pemerintah mengatakan pada hari Rabu (18/3), ada 151 kasus positif COVID-19 dan tiga kematian di India. Sebagian besar sekolah, fasilitas hiburan, termasuk bioskop, dan bahkan Taj Mahal yang ikonik telah ditutup untuk mencegah penyebaran wabah. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home