Loading...
BUDAYA
Penulis: Sabar Subekti 07:58 WIB | Senin, 03 April 2023

Alkitab Ibrani Tertua di Dunia Akan di Lelang New York

Codex Sassoon, Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama) paling awal dan terlengkap yang pernah ditemukan, dipajang di Sotheby's di New York, 15 Februari 2023. (Foto: Brendan McDermid/Reuters)

LONDON, SATUHARAPAN.COM-Alkitab berusia 1.000 tahun yang dikenal sebagai Codex Sassoon, menyajikan hubungan penting yang menjembatani tradisi lisan Yahudi dengan Alkitab berbahasa Ibrani modern

Alkitab Ibrani tertua dan terlengkap di dunia itu dipajang di London pada Februari lalu sebelum menuju ke pelelangan di New York City pada bulan Mei di mana ia dapat terjual hingga US$50 juta (setara Rp 780 miliar), kata Sotheby's baru-baru ini dikutip Haaretz.

Jika kitab suci berusia 1.000 tahun itu dijual mendekati nilai perkiraannya, Codex Sassoon akan menjadi teks cetak atau dokumen sejarah paling berharga yang pernah dijual di lelang, kata Sotheby's yang meluncurkan Codex Sassoon untuk dilelang di Manhattan, New York, 15 Februari 2023.

Investor miliarder Kenneth Griffin membuat rekor pada tahun 2021 ketika dia membayar US$43,2 juta di lelang Sotheby untuk salinan Konstitusi Amerika Serikat edisi pertama.

Codex Sassoon dinamai berdasarkan pemilik sebelumnya, David Solomon Sassoon, yang memperoleh Alkitab pada tahun 1929 dan mengumpulkan salah satu koleksi pribadi paling signifikan dari manuskrip Judaica dan Hebraic pada abad ke-20. Dokumen tersebut menawarkan tautan kritis yang menjembatani tradisi lisan Yahudi dengan Alkitab Ibrani modern.

Baru-baru ini pemilik saat ini, kolektor Jacqui Safra, memiliki penanggalan karbon Codex Sassoon, yang menegaskan bahwa itu lebih tua dari Aleppo Codex dan Leningrad Codex, dua Alkitab Ibrani awal utama lainnya, menurut Sotheby's.

Sotheby's mengatakan bahwa Codex Sassoon diperkirakan berasal dari akhir abad ke-9 atau awal abad ke-10 baik atas dasar ilmiah maupun paleografi dan berisi hampir seluruh isi Alkitab. Salinan teks Alkitab tertua yang pernah ditemukan adalah Gulungan Laut Mati yang ditemukan di gua-gua pada tahun 1947.

Kodeks, atau manuskrip dalam bentuk buku, tersedia untuk dilihat publik untuk pertama kalinya dalam 40 tahun di Sotheby's London dan kemudian akan dipamerkan di Tel Aviv, Dallas, Los Angeles dan akhirnya New York pada bulan Mei.

Alkitab Ibrani berisi 24 kitab terpisah yang disusun menjadi tiga bagian: Pentateukh, kitab Para Nabi dan Tulisan-Tulisan. Dimulai dengan kitab Kejadian dan diakhiri dengan Tawarikh, Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama) adalah dasar Yudaisme, serta Kristen. (Haaretz)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home