Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 19:57 WIB | Senin, 21 September 2015

Amankah Jembatan Layang Lebih dari 20 Tahun?

Ilustrasi: Antrean panjang kendaraan baik roda dua maupun empat tampak padat akibat pembangunan jalan layang Kuningan Selatan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. (Foto: Dok Satuharapan.com/Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Jembatan-jembatan layang di seluruh wilayah DKI Jakarta rata-rata telah berusia belasan, bahkan puluhan tahun. Seperti di jembatan layang Matraman, misalnya. Jembatan itu telah berusia kurang lebih 20 tahun. Lalu, aman kah jembatan layang yang telah berusia belasan hingga puluhan tahun ini?

Kepala Dinas Binamarga DKI Jakarta, Yusmada Faizal mengungkapkan, secara struktural, jembatan-jembatan layang ini telah didesain kuat, bahkan bisa berusia hingga usia ratusan tahun. Namun, harus dengan perawatan yang benar.

“Harus ada perawatan rutin reling, dinding pinggir, yang amblas-amnlas itu, san sambungan-sambungannya itu. Jalan layang, usianya secara teknis saat kita bangun jembatan kita pakai desain rencana misalnya 25-30 tahun itu angka asumsi perencanaan. Angka perencanaan menentukan karakteristik konstruksinya,” ujar Yusmada saat ditemu di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/9).

Setiap tahun, pemerintah telah menganggarkan sejumlah dana untuk perawatan jalan, termasuk jembatan layang. Anggaran yang diajukan setiap tahunnya pun bernilai fantastis. Pada Kebijakan Umur Anggaran (KUA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) 2016, Dinas Binamarga mengajukan anggaran Rp 427,4 miliar untuk perawatan. Pemeliharaan ini dilakukan di seluruh wilayah di ibu kota.

Namun, anggaran yang diajukan tak dapat terserap maksimal bila pemeliharaan pun tak dilakukan secara optimal. Kadang-kadang, pemerintah tak mengetahui lokasi atau titik-titik jalan yang perlu diperbaiki bila tak ada aduan dari masyarakat. Untuk itu, masyarakat diajak melaporkan jalan rusak, termasuk jembatan layang yang kondisinya tak layak untuk dilalui melalui aplikasi Qlue. Pemerintah akan menampung aspirasi masyarakat untuk selanjutnya ditindaklanjuti.  

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home