Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 23:02 WIB | Kamis, 17 Maret 2016

Apindo Minta Pemerintah Siapkan Izin dan Pajak Bisnis Online

Ribuan pengendara sepeda motor terlihat antre untuk mendaftar menjadi tukang ojek multifungsi yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan jasa antar jemput kendaraan roda dua GrabBike di Plaza Barat Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Selatan. (Foto: Dok. Satuharapan.com/Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita, meminta pemerintah untuk mempersiapkan sistem izin dan pajak bagi semua bisnis online termasuk bisnis transportasi berbasis aplikasi sepeti Grabcar, Go-jek, dan Uber.

Menurut dia, pengusaha tidak dapat lagi membatasi diri terhadap kemajuan Information technology (IT). Namun dia menilai, justru yang terpenting adalah bagaimana sistem izin dan pajak bisnis online difasilitasi oleh negara.

“Jadi sekarang menurut saya, pemerintah harus siap mengenai sistem izin dan juga pajak-pajaknya mesti disiapkan. Karena online banyak enggak bayar pajak kan, sehingga itulah yang lost opportunity,” kata Suryadi Sasmita kepada satuharapan.com yang dimintai pendapatnya di Kantor Megawati Institute, Jakarta, pada hari Kamis (17/3).

Menanggapi tranportasi umum berplat hitam berbasis online seperti yang diopreasikan oleh Uber Taxi dan Grabcar, Suryadi berpendapat bahwa bebas saja yang mau masuk bisnis aplikasi online. Namun dia meminta pemerintah harus adil terhadap izin bisnis konvesional (offline) dan juga bisnis yang berbasis aplikasi (online).

Bebasin saja, yang mau masuk (bisnis) aplikasi mesti begini-begini-begini. Izin-izin juga harus sama. Jangan misalnya yang offline harus pakai izin ini-itu, tapi di situ (online) enggak usah.  Nah itu kan enggak fair. Kita yang penting fair,”  katanya.

“Kalau misalnya yang lain-lain itu merasa terganggu, mereka boleh buka (bisnis aplikasi online) juga kan? Jadi kalau menurut saya sih (saat) ini sedang perubahan bisnis dari offline ke online. Ini sedang perubahan, ritel juga sudah masuk ke online. Jadi semua sudah online, kurang lebih 15 persen.”

“Kemajuan secara global tidak bisa dibatasi. Kita harus maju di dunia. Jangan (sampai) ini (online) enggak boleh. Kita sudah enggak zaman proteksi lagi, kita sekarang zaman bagimana dengan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) kita fight. Fight dengan sistem dan fight dengan kita punya IT,” dia menambahkan.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home