Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 08:16 WIB | Selasa, 05 Januari 2021

Arab Saudi Buka Kembali Perbatasan dengan Qatar

Pemandangan menunjukkan gerbang perbatasan Abu Samra antara Arab Saudi dan Qatar terlihat sepi pada 12 Juni 2017, sejak empat negara, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memboikot Qatar. (Foto: dok. Reuters)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM-Arab Saudi akan membuka kembali wilayah udara, darat dan laut dalam perbatasan dengan Qatar pada hari Senin (4/12), menurut menteri luar negeri Kuwait dalam komentar yang disiarkan televisi.

"Berdasarkan usulan (Emir penguasa Kuwait), Sheikh Nawaf, disepakati untuk membuka wilayah udara dan perbatasan darat dan laut antara Kerajaan Arab Saudi dan Negara Qatar, mulai malam ini," kata menteri luar negeri Kuwait di televisi pemerintah dikutip Al Arabiya.

Pembukaan kembali perbatasan terjadi pada malam KTT GCC (Gulf Cooperation Council/Dewan Kerja Sama Teluk) ke-41 yang akan diadakan di kota Al Ula, Arab Saudi.

Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani dari Qatar mengonfirmasi kehadirannya di KTT GCC di Al Ula Arab Saudi, menurut pernyataan resmi.

Sebelumnya pada Senin malam, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mengatakan bahwa KTT para pemimpin Teluk Arab GCC yang akan datang di Al Ula memiliki tujuan untuk menyatukan dan membuka jalan menuju kemakmuran dan mencapai kepentingan kawasan.

Hubungan diplomatik Qatar dengan negara Teluk, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir putus pada tahun 2017. Keempat negara menuding Doha membangun hubungan dengan rezim Iran, mendukung organisasi garis keras, termasuk Ikhwanul Muslimin, dan ikut campur urusan dalam negeri negara-negara GCC lainnya.

Keempat negara mem boikot Qatar, tetapi negara ini menolak untuk menghentikan kegiatannya dan hubungan diplomatik tersebut masih belum pulih. Perselisihan tersebut berlanjut selama bertahun-tahun jika Doha tidak melakukan perubahan.

Arab Saudi dan negara lainnya berusaha dan menyediakan ruang untuk Qatar jika mereka mengimplementasi permintaan mereka dan bergabung kembali ke GCC. Kegagalan Qatar sejauh ini untuk menindaklanjuti permintaan Kuartet Arab didasarkan ikatan kuat Doha dengan aliasi eksternal, ketimbang negara-negara di dalam GCC.

Qatar telah berusaha membangun hubungan dengan Iran dan Turki, meskipun kedua negara itu menghadapi kritik atas intervensi kebijakan luar negeri mereka di seluruh kawasan.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home