Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 06:27 WIB | Kamis, 27 Januari 2022

AS Akan Tutup Kedubes dan Konsulat Afghanistan

Perwakilan khusus internasional dan perwakilan dari Taliban mengambil bagian dalam pertemuan, di Oslo, Norwegia, hari Senin, 24 Januari 2022. Para diplomat Barat bertemu dengan aktivis hak-hak perempuan Afghanistan dan pembela hak asasi manusia di Oslo menjelang pembicaraan resmi pertama dengan Taliban di Eropa sejak Taliban mengambil alih pada Agustus. Pertemuan tertutup itu adalah kesempatan untuk mendengar dari masyarakat sipil di Afghanistan dan diaspora Afghanistan tuntutan dan penilaian mereka terhadap situasi saat ini di lapangan. Pertemuan itu berlangsung di sebuah hotel di pegunungan yang tertutup salju di atas ibu kota Norwegia dan dihadiri oleh perwakilan dari Uni Eropa, AS, Amerika Serikat, Prancis, Italia, dan tuan rumah Norwegia. (Foto: Stian Lysberg Solum/NTB via AP)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM-Pemerintah Amerika Serikat memberi tahu para diplomat Afghanistan di negara itu bahwa mereka akan menutup kedutaan besar Afghanistan di Washington dan misi konsulat di Los Angeles dan New York, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan dikutip Al Arabiya.

Para diplomat Afghanistan juga akan dicabut kekebalan diplomatiknya, kata salah satu sumber, menurut sebuah memo yang dikirimkan kepada para diplomat Afghanistan pada awal pekan ini.

Langkah Washington dilakukan kurang dari enam bulan setelah penarikan pasukan AS yang kacau dari Afghanistan dan jatuhnya ibu kota Kabul ke tangan Taliban.

Taliban belum diakui oleh banyak komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat. Namun, Norwegia menjadi tuan rumah bagi Taliban pekan ini untuk pertemuan dengan pejabat Barat. AS, Inggris, Norwegia, Prancis, Jerman, Italia, dan Uni Eropa bertemu dengan pemimpin Taliban di Oslo.

Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melihat pemerintahannya runtuh pada 15 Agustus setelah ia melarikan diri dari negara itu dan pasukan keamanan Afghanistan gagal mencegah Taliban mengambil alih.

Para diplomat di Kedutaan Besar Afghanistan di AS menolak untuk mengakui Taliban dan menolak semua upaya kelompok itu untuk membuka jalur komunikasi, kata Wakil Kepala Misi Afghanistan, Abdul Hadi Nejrabi, mengatakan bulan lalu.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home