Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 00:09 WIB | Jumat, 06 Desember 2019

AS: Korban Tewas Protes di Iran Mungkin Lebih 1.000 Orang

Dalam foto ini yang dirilis oleh situs web resmi Kantor Kepresidenan Iran, Presiden Hassan Rouhani berbicara dalam sebuah pertemuan di Teheran, Iran, Rabu, 4 Desember 2019. Rouhani mengatakan Teheran belum menutup pintu pembicaraan dengan AS, tetapi menegaskan kembali posisi pemerintahnya bahwa pemerintahan Trump harus mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada Iran sebelum negosiasi dapat dilakukan. (Foto: AP/Kantor Presidensi Iran)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pasukan Iran mungkin telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dalam menghadapi aksi protes baru-baru ini yang melanda negara itu.

Brian Hook, perwakilan khusus AS untuk Iran, mengatakan penghitungan didasarkan pada berbagai laporan yang keluar dari Iran serta analisis intelijen. Dalam satu insiden di Iran barat daya, Hook mengatakan Korps Pengawal Revolusi Iran telah menewaskan sedikitnya 100 orang dengan tembakan senapan mesin. Dia mengatakan AS telah menerima dan meninjau video kejadian itu di kota Noshahr.

Video itu hanya salah satu dari puluhan ribu kiriman yang diterima AS sejak Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengajukan ajakan bulan lalu supaya warga Iran menyerahkan bukti kekejaman oleh pihak berwenang dalam meredam protes, kata Hook.

"Dalam satu insiden ini saja rezim membunuh sebanyak 100 orang Iran dan mungkin lebih," kata Hook kepada wartawan di Departemen Luar Negeri, Kamis (5/12). Dia tidak menayangkan video itu tetapi mengatakan tindakan yang digambarkannya itu terkait dengan laporan tentang tindakan brutal nasional terhadap demonstrasi, yang dimulai sebagai tanggapan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak di Iran. 

"Kami telah melihat laporan ratusan orang lagi yang tewas di dan sekitar Teheran," katanya. "Dan, ketika kebenaran mulai keluar dari Iran, tampaknya rezim itu bisa membunuh lebih dari 1.000 warga Iran sejak protes dimulai." Yang tewas termasuk anak-anak berusia 13 dan 14 tahun, katanya.

Selain kematian, Hook mengatakan lebih dari 7.000 pemrotes telah ditahan.

Amnesty International baru-baru ini mengatakan lebih dari 200 orang tewas dalam kerusuhan baru-baru ini terkait kesulitan ekonomi. (apnews.com)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home