Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:14 WIB | Selasa, 12 Mei 2020

AS Minta Teheran Kirim Pesawat untuk Deportasi 11 Warga Iran

Iran mengatakan menawarkan pertukaran tahanan, sementara AS menyebutkan akan mendeportasi warga Iran.
Pelaksana Wakil Sekretaris untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Ken Cuccinelli. (Foto: dok. AP)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM-Amerika Serikat mendesak Iran untuk mengirim pesawat sewaan yang akan membawa pulang 11 warga negara Iran yang ingin dideportasi pihak AS, dan menuduh Republik Islam Iran menghentikan proses repatriasi.

“Kami memiliki 11 warganegara Anda yang merupakan orang asing ilegal yang telah kami coba kembalikan ke negara Anda. Anda tiba-tiba mengatakan Anda menginginkannya kembali, jadi bagaimana kalau Anda mengirim pesawat sewaan dan kami akan mengembalikan 11 semuanya sekaligus?" kata Ken Cuccinelli, pelaksana Wakil Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, mengatakan dalam posting Twitter, hari Senin (11/5).

Dia mengatakan Washington telah berusaha selama berbulan-bulan untuk mengembalikan Sirous Asgari, seorang profesor sains Iran yang dibebaskan pada November, karena mencuri rahasia dagang, tetapi masih di bawah pengawasan AS, dan bahwa Teheran menunda prosesnya.

Cuccinelli tidak menyebutkan pertukaran tahanan antara kedua negara yang memutuskan hubungan diplomatik 40 tahun lalu, sebagaimana diberitakan sebagai tawaran Iran, dan dikatakan oleh sumber-sumber Iran sedang dikerjakan.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan pada hari Senin bahwa Teheran telah siap untuk pertukaran tahanan tanpa syarat. "Pada tahun 2018, saya mengumumkan bahwa Republik Islam Iran telah menukar semua tahanan Amerika di Iran dengan semua warga Iran yang dipenjara di Amerika Serikat atau di negara-negara lain di bawah tekanan AS," kata kantor berita Tasnim mengutip dikutip Zarif pada hari Senin. “Inilah yang kami katakan sejak saat itu. Orang Amerika belum menanggapi kami."

Terinfeksi Virus Corona

Kedua negara telah menyerukan pembebasan tahanan karena wabah baru virus corona. Iran adalah negara yang paling terpukul di Timur Tengah, sementara Amerika Serikat telah melaporkan jumlah tertinggi terinfeksi dan kematian akibat virus di seluruh dunia.

Reuters melaporkan pekan lalu bahwa Amerika Serikat diperkirakan akan mendeportasi Asgari, yang dites positif terkena virus corona lebih dari dua pekan lalu, begitu ia menerima izin medis untuk bepergian.

Sementara sumber-sumber Iran mengatakan pembicaraan untuk pertukaran tawanan antara AS dan Iran telah dilakukan selama beberapa waktu dan bahwa Washington sedang bernegosiasi untuk pembebasan Michael White, seorang veteran Angkatan Laut AS yang ditahan di Iran sejak 2018. Dia dibebaskan dari penjara pada pertengahan Maret, karena cuti medis, tetapi masih di Iran.

Tidak segera jelas siapa yang akan ditukar dengan White, tetapi seorang pejabat AS membantah bahwa Washington sedang bernegosiasi untuk menukar Asgari dengan White seperti yang disarankan para pejabat Iran.(Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home