Loading...
SAINS
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 19:11 WIB | Sabtu, 24 Oktober 2015

Asap Turunkan Kualitas Udara di Negara Tetangga

Menko Polhukam Luhut Pandjaitan (kedua kanan) berdiskusi bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri), Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (kedua kiri), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan (tengah) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya sebelum meninjau lokasi kebakaran hutan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10). Pertemuan itu membahas langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah menurunkan kualitas udara di negara tetangga seperti Filipina, Malaysia dan Singapura.

"Asap telah menyebabkan kualitas udara menurun di Filipina, Malaysia dan Singapura," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, hari Sabtu (24/10).

Dia menambahkan, pada saat ini sebaran kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan masih terus meluas.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa berdasarkan pantauan satelit Himawari diketahui bahwa asap tipis sedang menutup Laut Jawa.

"Pantauan satelit tersebut juga menunjukkan sebagian Jakarta tersapu asap tipis," katanya.

Sementara itu, operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

"Operasi pemadaman melalui udara seperti menggunakan bom air terus dilakukan, selain itu operasi pemadaman melalui darat juga terus dilakukan," katanya.

Dia menambahkan, hingga saat ini lebih dari 43 juta jiwa penduduk di wilayah Sumatera dan Kalimantan terpapar oleh kabut asap.

"Data ini hanya dihitung di Sumatera dan Kalimantan," katanya.

Data tersebut, tambah dia, dianalisis dari peta sebaran asap dengan peta jumlah penduduk.

BNPB juga tetap mengimbau warga menggunakan masker mengingat kualitas udara yang memburuk dan berbahaya bagi kesehatan.

Sementara BMKG Muarateweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menyebutkan sebanyak 22 titik api kembali terdeteksi melalui satelit Terra/Aqua (NASA) wilayah setempat.

"Titik api dideteksi pada Sabtu (24/10) sampai pukul 05.00 WIB yang menunjukkan terjadi peningkatan, dimana beberapa hari terakhir titik panas tidak ada atau nihil," kata Kepala Kelompok Tenaga Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Muarateweh, Sunardi di Muarateweh, Sabtu. 

Menurut Sunardi, "hotspot" itu dideteksi di empat kecamatan yaitu Kecamatan Gunungtimang ada lima titik panas, Lahei ada empat, Kecamatan Gunung Purei dua titik dan Teweh Timur sebanyak 11 titik panas.

Sebelumnya BMKG Wilayah V Jayapura mencatat 52 titik api kini tersebar di dua wilayah di Papua Selatan yakni Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi.

Kepala Subdit Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Jayapura Zem Padama di Jayapura, Jumat, mengakui jumlah titik api mengalami kenaikan dibanding hari sebelumnya yang tercatat hanya 39 titik api.

Meningkatnya titik api menyebabkan kabut asap yang mengakibatkan operasional penerbangan di Timika kembali ditutup akibat jarak pandang yang terbatas yakni hanya 500 meter.

Dari hasil pantauan satelit terungkap titik api terbanyak di Kabupaten Merauke tersebar di kecamatan Tamboji 14 titik dan kecamatan Ulilin sebanyak 11 titik.

Sedangkan titik api di kawasan pegunungan kini sudah tidak terdeteksi lagi, ujar Zem Padama.

Menurut dia, banyaknya kabut asap di Timika disebabkan arah angin yang bertiup dari arah tenggara hingga mengakibat jarak pandang terbatas di Timika.

Sedang daerah lainnya di Papua, walaupun terdeteksi ada kabut asap namun jarak pandang masih baik, seperti di Enarotali jarak pandang mencapai 4.000 meter dan Merauke jarak pandang mencapai 6.000 meter. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home