Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 18:52 WIB | Rabu, 12 Februari 2020

Australia Rilis Daftar 113 Spesies Asli Paling Terdampak Kebakaran Hutan

Walabi batu ekor sikat (brush-tailed rock wallaby). (Foto: ausleisure.com.au)

CANBERRA, SATUHARAPAN.COM – Pemerintah Australia merilis daftar 113 spesies hewan paling terdampak krisis kebakaran hutan yang melanda negara itu.

Daftar tersebut, disusun oleh panel ahli yang dibentuk Menteri Lingkungan Hidup Sussan Ley, meliputi 19 mamalia, 20 reptil, 13 burung, 17 katak, 17 spesies ikan air tawar, 22 udang karang berduri, dan lima invertebrata.

Setiap spesies dalam daftar tersebut diprioritaskan untuk dilakukan “intervensi manajemen mendesak” selama 12 bulan ke depan.

Para ahli, termasuk Komisioner Spesies Terancam Sally Box, memperingatkan bahwa setidaknya 30 persen habitat dari sebagian besar spesies di dalam daftar itu terdampak oleh kebakaran hutan.

Tidak ada kepunahan akibat kebakaran hutan, tetapi panel tersebut mengimbau tindakan mendesak.

“Ada beberapa spesies yang sebelumnya tidak terdaftar dengan status terancam, tidak berada dalam kondisi membahayakan sebelum kebakaran, tetapi tampaknya mereka terkena dampak yang sangat parah,” ujar Box kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC).

“Hal itu karena sebagian besar dari jangkauan habitat kebanyakan spesies ini kemungkinan berada dalam jalur kebakaran tersebut.”

Hewan-hewan yang paling membutuhkan bantuan di antaranya meliputi dunnart Pulau Kanguru, kadal salak (water skink) Blue Mountains, burung superb lyrebird, walabi batu ekor sikat (brush-tailed rock wallaby), dan possum kerdil pegunungan (mountain pygmy possum).

Box memperingatkan spesies yang tidak terdampak oleh kebakaran itu masih bisa terkena risiko “akibat kurangnya sumber daya atau meningkatnya ancaman dari hewan liar” dan hujan lebat belum lama ini yang mengguyur sebagian besar wilayah di negara tersebut.

“Hujan jelas merupakan fenomena alam yang sangat disambut baik lantaran dapat memadamkan api kebakaran ini, tetapi hujan juga membawa bahaya baru,” ia menambahkan.

“Spesies ikan, misalnya, yang hidup jauh di hilir peristiwa kebakaran tersebut dapat sangat terdampak jika hujan lebat menyapu sedimen dan abu. Dan muatan sedimen yang besar dapat menyebabkan banyak ikan mati,” katanya. (Xinhua/Ant)

 


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home