Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:11 WIB | Senin, 20 April 2020

Bangladesh: Meski Dilarang, 100.000 Orang Hadiri Pemakaman Tokoh Muslim

Sekitar 100.000 orang menghadiri pemakaman tokoh Muslim, Jubayer Ahmad Anshari di Bangladesh, meskipun polisi melarang terkait penguncian untuk mencegah penyebaran virus corona. (Foto: dari CNN)

DHAKA, SATUHARAPAN.COM-Puluhan ribu orang menentang aturan penguncian nasional mencegah penyebaran virus corona di Bangladesh pada hari Sabtu (18/4) untuk menghadiri pemakaman seorang pengkhotbah Islam yang terkenal, Jubayer Ahmad Ansari.

Mereka tetap datang, meskipun pihak berwenang mengingatkan upaya mencegah lonjakan kasus terinfeksi virus COVID-19.

Polisi telah setuju dengan pihak keluarga Jubayer Ahmad Ansari bahwa hanya 50 orang yang akan menghadiri pemakaman di kota Sarail, di wilayah timur, karena risiko penyebaran penyakit.

Tetapi kepala polisi setempat, Shahadat Hossain, mengatakan para petugas tidak berdaya untuk menghentikan orang banyak yang datang untuk memberi penghormatan pada pengkhotbah yang populer itu dan juga pimpinan sekolah Islam. Dia meninggal pada hari Jumat. "Orang-orang datang bergelombang," katanya.

Penyelenggara mengatakan sekitar 100.000 orang menghadiri pemakaman. Pembantu Perdana Menteri Sheikh Hasina, Shah Ali Farhad, juga mengatakan lebih dari 100.000 orang hadir.

Bangladesh memberlakukan penguncian nasional pada 26 Maret karena virus corona menyebar di seluruh negeri yang berpenduduk 168 juta orang itu. Departemen kesehatan mengatakan jumlah kasus telah meningkat lebih dari 300 pada hari Sabtu (18/4) menjadi sekitar 2.200 kasus, sementara sembilan kematian terjadi dalam satu hari, menjadikan 84 kasus kematian.

Pihak berwenang telah melakukan beberapa tes dan para ahli mengatakan jumlah kasus lebih tinggi daripada yang diakui secara resmi. Peraturan baru melarang lebih dari lima orang untuk ikut salat di sekitar 300.000 masjid di negara itu.

Perdana menteri telah meminta warga Bangladesh untuk sembahyang di rumah ketika puasa Ramadhan dimulai bulan ini. Tetapi sekelompok ulama berpengaruh telah meminta umat Islam untuk datang ke masjid untuk berdoa setiap hari.

Bulan lalu setidaknya 25.000 orang menghadiri pertemuan doa Muslim di sebuah lapangan di kota Raipur di selatan, untuk melantunkan "ayat-ayat penyembuhan" untuk membersihkan negara dari virus mematikan itu. (AFP)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home