Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 10:14 WIB | Selasa, 22 Maret 2022

Banjir Melanda Kabupaten Kutai Timur, 1.000 Warga Mengungsi

Petugas sedang mengevakuasi warga terdampak banjir di Kutai Timur. (Foto: BPBD Kab. Kutai Timur)

KUTAI TIMUR, SATUHARAPAN.COM-Sedikitnya 1.000 jiwa dilaporkan mengungsi akibat banjir melanda enam kecamatan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Banjir dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi pada Jumat (18/3). Sempat dilaporkan adanya satu korban jiwa meninggal akibat bencana ini, akan tetapi Kepala Pelaksana Harian BPBD Kutai Timur merevisi informasi tersebut karena korban dimaksud meninggal karena sakit, bukan akibat banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur mencatat sedikitnya 2.477 unit rumah terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 50 sentimeter hingga dua meter. Akibatnya sebanyak 5.245 Kepala Keluarga (KK) atau 16.896 jiwa terdampak, 1.000 jiwa di antara mereka mengungsi di pos pengungsi Masjid Agung Center.

BPBD Kutai Timur melaporkan enam kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Sangatta Selatan tepatnya di Kelurahan Singa Geweh Desa Sangatta Selatan. Kemudian Kecamatan Sangatta Utara tepatnya Kelurahan Teluk Lingga di Desa Sangatta Utara dan Swarga Bara.

Di Kecamatan Bengalon, terdapat tiga desa terdampak yakni Desa Spaso, Spaso Selatan dan SpasoTimur. Sementara di Kecamatan Rantau Pulung terdapat dua desa terdampak yakni Desa Rantau Makmur dan Margo Mulyo. Kemudian Kecamatan Muara Bengkal terdapat 1 desa terdampak yakni Desa Batu Timbau Ulu.

Kecamatan Muara Wahau menjadi kecamatan paling banyak terdampak yakni terdapat tujuh desa terdampak yakni Desa Diak Lay, Benhes, Dabeq, Muara Wahau, Jak Luay, Long Wehea dan Nehas Liah bing.

Laporan Pusdalops BNPB pada hari Senin (21/3), menunjukkan banjir semakin meluas hingga di beberapa titik permukaan air naik 20 Cm. Sementara akses menuju Kota Sangatta dari arah Bontang terhambat karena banjir yang berada di KM 3. Petugas di lapangan juga melaporkan akses jalan terganggu dan arus banjir yang cukup deras menyebabkan proses evakuasi warga terganggu.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home