Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 08:21 WIB | Senin, 05 April 2021

Bank Dunia: Separoh Penduduk Lebanon di Bawah Garis Kemiskinan

Wakil Presiden Grup Bank Dunia untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Ferid Belhaj. (Foto: dok. Reuters)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM-Hampir 50 persen warga Lebanon sekarang berada di bawah garis kemiskinan, dan negara itu di ambang kebangkrutan, kata Wakil Presiden Kelompok Bank Dunia untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Ferid Belhaj, hari Minggu (4/4).

Belhaj mengatakan kepada Al Arabiya bahwa bank tersebut menawarkan untuk memberikan US$ 246 juta untuk mendukung jaringan perlindungan sosial bagi keluarga yang paling rentan jika ada jaminan transparansi dalam memberikan dana kepada "mereka yang berhak menerimanya."

Lebanon saat ini mengalami krisis ekonomi yang yang disebabkan oleh korupsi dan kesalahan manajemen pemerintah selama beberapa decade, karena sistem politik sektarian dan ketidakstabilan politik Lebanon.

Krisis itu diperburuk oleh pandemi virus corona dan ledakan besar di Pelabuhan Beirut Agustus lalu, yang menyebabkan 300.000 orang mengungsi, dan lebih dari 2.000 orang terluka, dan sedikitnya 200 orang tewas.

Komunitas internasional telah meminta elite politik Lebanon untuk mengesampingkan perpecahan sektarian dan politik serta memfasilitasi pembentukan pemerintah independen yang mampu melakukan reformasi yang diperlukan untuk membuka bantuan yang sangat dibutuhkan.

Belhaj menambahkan bahwa tidak ada reformasi ekonomi yang disepakati dengan pemerintah dan parlemen Lebanon yang dilakukan. “Reformasi yang telah kita diskusikan dengan Lebanon selama bertahun-tahun belum dilaksanakan. Ini membuat kami mempertanyakan keterpercayaan mereka yang berkuasa,” tambah Belhaj.

Dia menekankan perlunya membuka ekonomi kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara untuk sektor swasta. “Pandemi virus corona telah menyebabkan tingginya tingkat hutang secara global untuk merangsang perekonomian dan mendukung usaha kecil dan sektor kesehatan, yang merupakan hal positif dan investasi dalam perekonomian, kecuali di beberapa negara yang mengalami tata kelola yang lemah dan salah urus, seperti Lebanon dan Tunisia,” tambahnya.

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home