Loading...
SAINS
Penulis: Melki Pangaribuan 10:15 WIB | Rabu, 13 Mei 2015

Banyak Warga Victoria Meninggal Karena Garam

VicHealth memperingatkan warga Victoria mengkonsumsi terlalu banyak garam. (Foto: ABC News/Loretta Florance)

VICTORIA, SATUHARAPAN.COM - Sebuah penelitian yang dilakukan di negara bagian Victoria (Australia) menemukan bahwa jumlah warga di negara bagian itu yang meninggal karena terlalu banyak makan garam tercatat enam kali lebih tinggi dibanding mereka yang meninggal karena kecelakaan di jalan raya.

Penelitian yang dilakukan VicHealth menemukan bahwa setiap tahun di Victoria sekitar 15 ribu ton garam dikonsumsi, dua kali lipat lebih banyak dari yang direkomendasi.

CEO VicHealth Jerril Rechter mengatakan bahwa warga Victoria karenanya berisiko mengidap tekanan darah tinggi, hal yang kemudian menyebabkan stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal kronis.

"Satu dari 20 kematian di Victoria disebabkan karena konsumsi garam tinggi, enam kali lebih tinggi dari jumlah korban tewas di jalan raya,” kata Rechter seperti dilansir radioaustralia.net.au, Rabu (13/5).

"Khususnya anak-anak yang secara umum memerlukan garam lebih sedikit dari orang dewasa, namun mereka sudah mengkonsumsi terlalu banyak garam, dan bisa menyebabkan resiko kesehatan seumur hidup," lanjut Rechter.

Rechter mengatakan VicHealth berharap untuk meningkatkan kesadaran warga Victoria mengenai seberapa banyak garam yang mereka konsumsi sebagai bagian dari kampanye baru untuk mengurangi konsumsi garam.

"Kebanyakan garam dalam makanan di Australia adalah dalam bentuk garam yang ditambahkan ke dalam makanan yang diproses seperti roti, sereal, daging yang diproses, dan sosis yang siap saji," kata Rechter.

"Banyak di antara kita yang tidak sadar berapa banyak garam yang kita makan," kata CEO VicHealth itu.

Sebagai bagian dari target global yang dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Australia telah sepakat untuk menurunkan konsumsi garam sebanyak 30 persen di tahun 2025 guna mencegah penyakit yang tidak menular. (radioaustralia.net.au)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home