Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 16:50 WIB | Selasa, 20 Oktober 2015

Beli Saham Divestasi Freeport Gunakan Utang Bank Internasional

Menteri BUMN, Rini Soemarno (Foto: Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pemerintah Indonesia memastikan akan menggunakan dana pinjaman atau utang dari bank internasional untuk membeli 10,64 persen saham divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mengatakan pihaknya sedang menganalisa jaminan yang dibutuhkan untuk mencapai 20 persen kepemilikan saham PTFI itu.

“Kami sedang menganalisa, yang penting, akhirnya balancing kuat atau tidak. Jadi yang kami lakukan, sekarang ada 9,36 persen yang kemudian itu kami sedang analisa, apakah kita akan masukkan itu untuk bisa diproses menjadi penjaminannya. Kita harus mencari dana untuk mengambil 10,64 persen saham Freeport supaya mencapai 20 persen,” kata Rini Soemarno di Kompleks Parlemen, Jakarta, hari Selasa (20/10).

Selanjutnya Rini mengatakan, saat ini yang paling kuat dalam hal dana untuk membeli saham divestasi Freeport adalah PT Indonesia Asahan Alumina (Inalum). Meski demikian, pihaknya masih akan melihat kemampuan konsorsium Inalum dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.

“Jadi kami melihat kalau sekarang dalam hal dana, mau tidak mau dari pinjaman. Kelihatannya yang paling kuat itu adalah Inalum. Tapi kita mungkin coba apakah itu kombinasi secara konsorsium antara Inalum dengan Antam. Masih dianalisa finalnya. Saya harapkan dalam seminggu ini final dan saya akan mengirim surat ke menteri Keuangan dan menteri ESDM bahwa kami tertarik untuk mengambil itu,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Rini belum mau memberitahukan jumlah dana pinjaman yang dibutuhkan dari bank Internasional yang masih dirahasiakan itu. Menurut dia, tim dari BUMN tengah melakukan analisa dan menunggu penawaran dari bank internasional tersebut.

“Ada kemungkinan dari Bank Internasional. Sedang dianalisa dari investment bank kita. Saya tidak mau kasih tahu jumlahnya. Kita tidak mau mengeluarkan jumlah, karena itu harus dari penawaran mereka dulu. Kita sendiri sudah ada analisanya,” kata Menteri BUMN itu.

Sebelumnya, Freeport telah menawarkan investasi saham kepada pemerintah Indonesia sebesar 10,64 persen, hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Said Didu beberapa waktu yang lalu.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home