Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:14 WIB | Selasa, 09 Juni 2020

Bentrok Senjata Kelompok Ektremis dan Pasukan Pemerintah Suriah, 25 Tewas

Pemandangan kota Afis di Provinsi Idlib barat laut, Suriah, pada pertengahan Maret 2020. (Foto: dok. AFP)

DAMASKUS, SATUHARAPAN.COM-Kelompok ekstremis yang aktif di barat laut Suriah melancarkan serangan pada hari Senin (8/6), menguasai dua desa dan membunuh 19 anggota pasukan pemerintah, kata seorang pengamat.

"Faksi yang dipimpin oleh Hurras al-Deen melancarkan serangan terhadap dua desa di Sahl al-Ghab," kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Mereka merebut desa Al-Fatatra dan Al-Manara, di Provinsi Hama, kata Kepala Observatorium, Rami Abdel Rahman.

Dia mengatakan bentrokan itu menewaskan 19 tentara pemerintah dan enam ekstrimis tewas. Daerah dari mana serangan itu diluncurkan terletak di wilayah Idlib yang luas, yang dikendalikan oleh pasukan ekstremis dan oposisi dan merupakan benteng terakhir perlawanan terhadap pemerintah Damaskus.

Gencatan senjata yang dicapai pada 6 Maret telah banyak membendung pertempuran di wilayah itu, di mana Presiden Suriah, Bashar al-Assad, telah bersumpah untuk sepenuhnya merebut kembali.

Hurras al-Deen adalah kelompok bersenjata yang relatif kecil namun kuat yang dipimpin oleh loyalis Al-Qaeda, yang paling dekat dengan organisasi induknya di Suriah.

Meskipun mereka kadang-kadang bekerja sama, kelompok itu adalah saingan Hayat Tahrir al-Sham, aliansi faksi yang didominasi oleh mantan anggota afiliasi al-Qaeda, Jabhat al-Nusra.

Gencatan senjata di Idlib yang ditengahi oleh sekutu rezim Suriah, Rusia dan pendukung oposisi Turki, telah membuat sebagian besar pesawat tempur Suriah dan Rusia keluar dari langit wilayah tersebut.

Kelompok-kelompok bantuan telah memperingatkan bahwa pecahnya COVID-19 di wilayah Idlib dapat menyebabkan bencana kemanusiaan dengan proporsi yang sebelumnya tidak terlihat jika pertempuran tidak berhenti. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home