Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 19:48 WIB | Minggu, 10 Mei 2020

Bentrokan Pasukan Pro Pemerintah dan Ekstremis di Suriah, 22 Tewas

Dua lelaki memeriksa puing-puing sebuah rumah sakit yang dilaporkan terkena serangan udara di desa Shinan, Suriah, sekitar 30 kilometer selatan Idlib, pada 6 November 2019. (Foto: dok. AFP)

DAMASKUS, SATUHARAPAN.COM-Bentrokan antara pasukan pemerintah Suriah dan kelompok ekstremis, hari Minggu (10/5) di barat laut negara itu menewaskan 22 orang. Ini adalah korban terbanyak sejak dimulainya gencatan senjata dua bulan lalu di sana, kata seorang monitor.

Gencatan senjata sejak 6 Maret telah mencegah pertempuran di kubu oposisi utama Suriah terakhir dari wilayah Idlib setelah serangan rezim selama berbulan-bulan yang menewaskan ratusan warga sipil dan memaksa hampir satu juta orang melarikan diri.

Tetapi sebelum fajar pada hari Minggu, posisi esktremis menyerang posisi pejuang pro-rezim di sisi barat wilayah yang didominasi ekstremis, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Bentrokan di daerah Sahl al-Ghab itu menewaskan 15 pejuang pro rezim Suriah, serta tujuh kelompok ekstremis termasuk dari kelompok Hurras al-Deen yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, kata monitor yang berbasis di Inggris.

"Ini adalah korban tewas terbanyak bagi para pejuang sejak gencatan senjata mulai berlaku," kata Kepala Observatorium, Rami Abdel Rahman, yang mengandalkan sumber di dalam wilayah Suriah.

"Ada bentrokan intermiten dan pemboman timbal balik antara kedua belah pihak sebelumnya, tapi ini adalah serangan paling keras," katanya.

Wilayah Idlib yang berpenduduk sekitar tiga juta orang yang didominasi oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham yang dipimpin oleh bekas orang yang berafiliasi pada Al-Qaeda Suriah. Tetapi kelompok ekstremis lain, seperti Hurras al-Deen, dan kelompok pemberontak juga hadir di sana.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh sekutu rezim Suriah, Rusia, dan Turki telah membuat pesawat-pesawat tempur Suriah dan Rusia keluar dari langit wilayah itu, dan sebagian besar ditahan meskipun terjadi bentrokan sporadis atau tembakan roket.

Puluhan ribu orang telah kembali ke kota asalnya. Ratusan ribu lainnya tetap berada di kamp-kamp pengungsian yang padat atau di tempat penampungan sementara di dekat perbatasan dengan Turki.

Kelompok dan badan bantuan telah memperingatkan bahwa setiap wabah virus corona baru di sana akan menghancurkan wilayah itu. Sedang perang Suriah sejauh ini telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan jutaan orang terlantar sejak mulai 2011. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home