Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 23:36 WIB | Selasa, 03 Maret 2020

Berapa Lama COVID-19 Bertahan Hidup di Permukaan?

Virus corona baru (COVID-19). (Foto: Ist)

SATUHARAPAN.COM-Virus corona baru (COVID-19) menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, tapi para pejabat kesehatan juga bertanya seberapa lama virus ini bertahan hidup di sebuah permukaan pada ruang terbuka? Ini penting untuk lebih memahami risiko penularan.

Berdasarkan apa yang diketahui tentang virus corona yang serupa, para ahli penyakit mengatakan virus COVID-19 menyebar dari orang ke orang melalui batuk atau bersin. Kontak dengan kotoran dari orang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan bahwa mungkin saja seseorang terinfeksi dengan menyentuh permukaan atau benda yang terdapat virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka sendiri.

Bertahan Hidup 9 Hari

Sebuah analisis dari 22 studi sebelumnya tentang virus corona yang serupa, termasuk Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang diterbitkan online bulan ini di Journal of Hospital Infection, menyimpulkan bahwa virus corona manusia dapat tetap menular pada permukaan yang tidak hidup hingga sembilan hari pada suhu kamar.

Namun demikian, mereka dapat dengan cepat menjadi tidak aktif dengan menggunakan disinfektan biasa, dan juga dapat menghilang pada suhu yang lebih tinggi, catat para penulis. Namun, belum jelas apakah virus corona baru berperilaku dengan cara yang sama.

"Pada tembaga dan baja itu sangat khas, ini cukup sekitar dua jam," kata Direktur CDC, Dr Robert Redfield, mengatakan kepada anggota parlemen AS pada pekan lalu. Ini tentang berapa lama virus corona baru mungkin aktif pada jenis bahan tersebut. "Tapi saya akan katakan di permukaan lain, kardus atau plastik, itu lebih lama."

Risiko Rendah dari Kemasan

CDC mengatakan ada kemungkinan risiko penyebaran virus sangat rendah dari produk atau kemasan yang dikirim dalam beberapa hari atau pada pada suhu kamar. Sementara seorang juru bicara CDC, dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, mengatakan bahwa badan tersebut masih mencari tahu seberapa menular virus itu ketika disimpan pada permukaan yang lebih umum, setiap hari.

FDA (Food and Drug Administration) AS pekan ini mengatakan tidak memiliki bukti bahwa COVID-19 telah ditransmisikan dari barang impor, tetapi situasinya tetap "dinamis" dan badan itu mengatakan akan menilai dan memperbarui pedoman yang diperlukan.

“Pesan penting yang dapat dibawa pulang adalah bahwa ini mungkin merupakan proporsi kecil dari penularan virus pernapasan,” kata Dr. Timothy Brewer, profesor epidemiologi dan kedokteran di University of California, Los Angeles. "Di komunitas, virus ini mungkin tidak bertahan lama di permukaan."

Brewer menjelaskan bahwa virus semacam itu cenderung bertahan paling lama di lingkungan bersuhu rendah. "Itulah sebabnya Anda melihat banyak virus pernapasan selama musim dingin." (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home