Loading...
INSPIRASI
Penulis: Hananto Kusumo 06:12 WIB | Minggu, 02 Oktober 2016

Berguna Sekaligus Tidak Berguna

Sola Gratia
Semua Mekar, Semua Indah (foto: Vladyslav Dukhin)

SATUHARAPAN.COM –  Ada petunjuk Yesus yang mencengangkan ketika berbicara tentang bagaimana sikap semestinya seorang pelaksana tugas. Sang Guru dari Nazaret itu memesankan para murid yang telah berhasil melaksanakan tugas (telah sukses berguna) untuk berkata, ”Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan” (Lukas 17:10).

Tidakkah itu kontradiktif? Orang berguna mengaku tidak berguna? Tidak! Perkataan yang disarankan itu tidak hanya ekspresi kerendahhatian, namun juga sikap berpengetahuan orang beriman.

Hanya orang kurang berpengetahuanlah yang mengira ia bisa sukses melaksanakan ini dan itu hanya karena usahanya sendiri, tanpa anugerah Tuhan. Kalau Tuhan mengaruniakan kepada kita suatu kesempatan, kemampuan, keterampilan, atau kepandaian tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu, maka kita tentu dapat berhasil. Namun jika kita mengabaikannya, atau Tuhan marah dan menariknya, maka karunia itu dapat dipindahkan kepada hamba yang lain lagi.

Ya, semudah itu! Betapa pun hebatnya kemampuan kita, dan betapa pun kuatnya  latihan dan usaha kita, kita patut menyadari iman ini: Tuhanlah yang memberi, dan Tuhanlah yang mengambil kembali atau memindahkan kepada orang lain.

Itu sebabnya kita tak pernah mendengar orang yang terus berhasil tanpa pernah gagal. Kita juga tidak menjumpai pemimpin, pahlawan, atau idola yang tak pernah salah. Bahkan orang yang dikaruniai kuasa mukjizat atau karisma, biasanya tidak abadi. Itu dibuat Tuhan agar kita menyadari asal muasal kita—sebenarnya kita hamba yang tidak berguna—menjadi berguna itu merupakan anugerah.

Dan anugerah Tuhan itu melimpah. Ia Rahmani dan Rahimi, Pengasih dan Penyayang,  panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Maka bagi Dialah segala kemuliaan!

Mengganti ”pengakuan akan rahmat-Nya” dengan ”memegahkan diri” adalah menyangkali hakikat keberadaan diri sendiri. Itu sama buruknya dengan menolak berusaha berhasil guna karena mengira bahwa rahmat-Nya bakal turun dari langit meski kita bermalas-malas atau mengeluh saja.

Jadi, kita perlu berguna sekaligus merasa tidak berguna. Mengerjakan tugas panggilan sebaik mungkin seiring dengan pengakuan Sola Gratia—hanya oleh anugerah-Nya!

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home