Loading...
EKONOMI
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:43 WIB | Kamis, 19 Juni 2014

BI: Sikap Masyarakat Berbelanja Ikut Pengaruhi Inflasi

Jakarta Great Sale, acara tahunan di Jakarta, memanjakan konsumen untuk berbelanja. (Foto: antaranews.com)

KUDUS, SATUHARAPAN.COM - Ketua Tim Asesmen Bank Indonesia Wilayah V Jateng dan DIY Budi Trisnanto, mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam berbelanja, karena diyakini bisa menekan laju inflasi.

"Peran masyarakat dalam mengendalikan laju inflasi cukup sederhana, yakni lewat sikap bijak dalam berbelanja atau membeli sesuatu sesuai kebutuhan," ujarnya ketika mengikuti rapat koordinasi ekonomi, keuangan dan industri daerah (Ekuinda) di Gedung Setda Kudus, di Kudus, Rabu (18/6).

“Selama ini, pedagang sering menaikkan harga jual produk ketika memprediksi pada momen tertentu akan terjadi kenaikan permintaan. Apabila masyarakat bijak dalam berbelanja, tentunya salah satu faktor pemicu inflasi bisa dihindari. Bijak dalam berbelanja dimaksudkan pembeliannya disesuaikan kebutuhan dan tidak berlebihan, sehingga pedagang berpikir ulang dalam spekulasi menaikkan harga jual,” katanya.

"Sebaliknya, jika tidak bijak dalam berbelanja tentunya kenaikan harga jual saat stok masih cukup akan memicu terjadinya inflasi," ujarnya.

Sejauh ini, kesadaran pemerintah daerah serta masyarakat terhadap implikasi inflasi semakin membaik. Hal itu, tercermin dari keseriusan kabupaten/kota yang sudah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)  dalam mengikuti rapat koordinasi wilayah beberapa waktu lalu.

Untuk itu, peran TPID yang sudah terbentuk di kabupaten/kota di Jateng perlu dimaksimalkan.

Dari 35 kabupaten/kota di Jateng, yang belum membentuk TPID hanya Magelang, meskipun sudah menyatakan kesiapannya.

Adapun peran TPID, di antaranya melakukan monitoring pasokan barang yang dibutuhkan masyarakat, optimalisasi jalur komunikasi media massa untuk menyampaikan kondisi pasokan dan harga, optimalisasi pasar lelang, dan perbaikan akses jalan.

Peran forum koordinasi TPID antarwilayah juga harus diperkuat. Keberadaan TPID diharapkan bisa turut serta mengendalikan laju inflasi, karena nantinya juga berdampak pada daya beli masyarakat semakin terjaga dan iklim investasi juga lebih kondusif.

Hal itu, kata dia, bisa berdampak pula terhadap pertumbuhan ekonomi yang semakin positif dan berkelanjutan.

"Jika laju inflasinya selalu terjaga, tentunya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakatnya," ujarnya.

Masyarakat perlu diberikan pemahaman lebih detail lagi, karena dampak inflasi tinggi akan menyebabkan penghasilan riil masyarakat menurun karena untuk membeli produk kebutuhan pokok harus mengeluarkan uang yang lebih besar.

Apabila pemahaman masyarakat terhadap dampak inflasi semakin baik, dia optimistis, laju inflasi juga bisa dikendalikan, meskipun faktor penyebabnya cukup kompleks.(Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home