Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:05 WIB | Jumat, 11 September 2015

BKKBN Kembangkan Sekolah Siaga Kependudukan

Ilustrasi. (Foto: jabar.bkkbn.go.id)

​BANDUNG, SATUHARAPAN.COM – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Barat, tengah mengembangkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Jabar. Saat ini sudah ada 118 sekolah di Jabar yang mengikuti konsep SSK. SSK ini merupakan program BKKBN untuk menekan angka jumlah penduduk.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Drs Sugilar mengatakan, saat ini jumlah penduduk Jabar saat ini sudah hampir 46 juta jiwa. Jumlah ini bertambah sekitar 3 juta orang jika dibandingkan dengan data sensus penduduk tahun 2010.

"Meski jumlah penduduknya naik, namun sebenarnya laju pertumbuhan penduduknya turun. Jika pada 2010 laju pertumbuhannya 1,89 persen, hal ini turun di 2014 menjadi 1,7 persen," katanya saat diskusi tentang SSSK di Jabar di Bandung, Rabu (9/9).

Dikatakan, melalui SSK ini pihaknya akan terus aktif melakukan sosialisasi mengenai pentingnya mengendalikan kependudukan melalui sekolah. Sebab dari 46 juta penduduk di jabar, sekitar 11 juta di dalamnya adalah remaja. "Sosialisasi pada remaja melalui pendidikan inilah yang dianggap sinergis," katanya.

Saat ini, katanyaa peran BKKBN disamping memberikan pemahaman soal fertilitas dengan menurunkan angka kelahiran, pihaknya juga mengupayakan agar remaja saat ini, harus memahami masalah-masalah akibat kependudukan.

Hal ini bertujuan, agar remaja, sudah memiliki rencana matang dalam hidupnya ke depan. Beragam persoalan terjadi akibat tidak terkendalinya jumlah penduduk, mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, hingga kriminalitas.

"SSK ini merupakan terobosan yang di dalamnya memadukan mata pelajaran tentang isu-isu kependudukan. Saat ini sudah 118 sekolah di Jabar yang menjadi sekolah binaan SSK, dan salah satu pilot project pertamanya yakni SMAN 1 Cisolok di Kabupaten Sukabumi," katanya.

Ia menambahkan, bertambahnya penduduk disebabkan oleh dua hal yakni pertambahan penduduk yang diakibatkan imigrasi, dan sisi kelahiran. Semakin banyak penduduk, maka konsekuensi yang dihadapi semakin berat. Ahli demografi bahkan memperkirakan, jika laju pertumbuhan Jabar dalam 20-30 tahun ke depan mencapai 2 persen, maka akan terjadi dobel populasi.

Sementara itu, Inisiator SSK, Yayan Mochamad Ramdhan mengungkapkan di Kabupaten Sukabumi sudah ada 16 sekolah, yang menggunakan kurikulum pada program SSK. Dalam kurikulum tersebut mengintegrasikan pendidikan isu kependudukan, dan keluarga berencana ke dalam mata pelajaran.

"Konsep SSK ini, di dalamnya tentang materi kependudukan disesuaikan dengan materi pembahasan mata pelajaran. Tapi  bukan mata pelajaran baru, melainkan memasukkan isu-isu kependudukan ke dalam mapel sesuai dengan kekhasan masing-masing bidang studi," katanya.

Diakuinya, tidak ada kurikulum baru dalam program ini. Program ini juga tidak berarti menambah jam kegiatan belajar mengajar (KBM), dan bersifat gradual karena meliputi bidang studi dalam beberapa mapel sehingga bisa terus dikembangkan sesuai pokok bahasan​​.​ (bkkbn.go.id)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home