Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 18:55 WIB | Rabu, 13 Juli 2016

BKPM Fasilitasi Tujuh Investor Tiongkok dengan Pengusaha RI

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani. (Foto: Dok. Satuharapan.com/Melki Pangaribuan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hari ini (13/7) melakukan kegiatan matchmaking yang mempertemukan tujuh perusahaan Tiongkok yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia dengan sembilan perusahaan lokal yang siap bermitra.

Dari sembilan perusahaan lokal yang siap bermitra tiga perusahaan merupakan perusahaan yang bergerak di kawasan industri yang siap menjadi pilihan lokasi bagi investor Tiongkok tersebut.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat investor Tiongkok untuk dapat segera merealisasikan minatnya dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa kegiatan untuk mempertemukan pengusaha tersebut merupakan bagian dari pelayanan paripurna (end to end services) yang dilakukan BKPM bagi investor.

”Partner lokal merupakan salah satu aspek yang krusial dalam berinvestasi, kegiatan matchmaking ini mencoba untuk menjembatani hal tersebut. Masalah deal atau tidaknya itu urusan business to business,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, hari Rabu (13/7).

Menurut Franky, selama ini banyak investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia dan kesulitan mencari mitra lokal, sementara beberapa bidang usaha yang ada masih mensyaratkan adanya prosentase kepemilikan saham yang dimiliki oleh perusahaan Indonesia.

”Kegiatan ini merupakan salah satu tanggung jawab BKPM dalam memberikan solusi bagi investor yang kesulitan mencari mitra lokal tersebut,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tujuh perusahaan Tiongkok yang ingin bermitra merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan investasi, tekstil, konstruksi, otomotif, perdagangan, pertanian, ekonomi digital dan sektor manufaktur.

”Kami juga menghadirkan perusahaan-perusahaan nasional yang memiliki potensi untuk bermitra dengan investor Tiongkok tersebut. Termasuk di antaranya tiga perusahaan pengelola kawasan industri,” kata Franky.

Investasi Rp 406 Miliar

Selain tujuh perusahaan yang ingin bermitra, sebuah perusahaan di bidang industri plastik Biaxially Oriented Polypropylene Films (BOPP) turut menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia.

Perusahaan direncanakan akan menanamkan modalnya sebesar US$ 30 juta (atau setara dengan Rp 405 miliar dengan kurs APBN Rp 13.500) dengan lokasi yang diminati yaitu Jakarta dan Semarang.

Kunjungan delegasi bisnis dari Provinsi Fujian Tiongkok tersebut diawali oleh delegasi pemerintah Provinsi Fujian yang mengunjungi BKPM kemarin (12/7). Dalam pertemuan tersebut, delegasi pemerintah Provinsi Fujian membahas rencana kunjungan Kepala BKPM ke Tiongkok pekan depan.

Sementara Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tampa Hutapea yang juga merupakan deputy in charge untuk wilayah pemasaran Tiongkok menyampaikan bahwa kegiatan matchmaking tersebut akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan investor Tiongkok yang hadir.

”Beberapa investor yang hadir masih dalam tahap penjajakan. Namun demikian, sebisa mungkin kami akan memfasilitasi kebutuhan investor Tiongkok tersebut, termasuk mitra lokal. Untuk lokasi investasi dapat juga memanfaatkan lokasi di kawasan industri yang ada, atau bila memang diluar dari lokasi yang ada kami akan mempertemukan dengan kawasan industri yang mereka minati,” kata Tamba.

Tamba menilai bahwa minat investasi dari Tiongkok yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara tujuan investasi.

”Kami akan terus berkoordinasi dengan kementerian teknis serta perwakilan RI di LN untuk mengawal investasi yang masuk,” lanjutnya.

Dari data yang dimiliki oleh BKPM untuk periode 2010-2015, tercatat sudah US$ 52,3 miliar komitmen investasi asal Tiongkok terdaftar di BKPM.

Untuk periode triwulan pertama tahun 2016, realisasi dari RRT mencapai US$ 464 juta terdiri dari 339 proyek dan menyerap tenaga kerja 10.167 tenaga kerja. Posisi Tiongkok tersebut berada di peringkat keempat setelah Singapura, Jepang dan Hong Kong (RRT). 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home