Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 14:26 WIB | Senin, 25 April 2016

BKPM: Realisasi Investasi Triwulan I 2016 Rp 146,5 T

BKPM: Realisasi Investasi Triwulan I 2016 Rp 146,5 T
Kepala BKPM, Franky Sibarani (kiri) dan Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM, Azhar Lubis (kanan) dalam konferensi pers “Realiasi Investasi Triwulan I Tahun 2016” di kantor BKPM, Jakarta, hari Senin (25/4). (Foto-foto: Melki Pangaribuan)
BKPM: Realisasi Investasi Triwulan I 2016 Rp 146,5 T
BKPM mencatat sepanjang periode Januari-Maret 2016 terdapat 1.747 proyek baru yang mulai melakukan realisasi.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat angka realisasi investasi triwulan pertama (periode Januari-Maret) 2016 sebesar Rp 146,5 triliun, meningkat 17,6 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 124,6 triliun.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan bahwa capaian realisasi investasi triwulan pertama tersebut memberikan harapan untuk dapat mencapai target realisasi investasi tahun 2016 yang ditetapkan sebesar Rp 595 triliun.

“Dengan tetap tingginya realiasi investasi selama triwulan pertama, hal ini memperlihatkan bahwa investasi pada tahun 2016 akan tetap naik. Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen dan tekad yang kuat untuk menjaga dan memperbaiki iklim investasi di Indonesia,” kata Franky Sibarani dalam konferensi pers “Realiasi Investasi Triwulan I Tahun 2016” di kantor BKPM, Jakarta, hari Senin (25/4).

Franky mengaku, tugas BKPM selanjutnya adalah mengawal proyek investasi yang sudah melakukan realisasi dapat selesai hingga memasuki tahap produksi komersial.

Dia mencatat, sepanjang periode Januari-Maret 2016 ini terdapat 1.747 proyek baru yang mulai melakukan realisasi.

“Untuk melakukan pengawalan proyek-proyek yang melakukan realisasi, BKPM telah membentuk Investor Relations Officer (IRO) berdasarkan wilayah. Dengan demikian, seluruh proyek investasi di seluruh wilayah dapat dikawal oleh BKPM,” katanya.

Dari data yang diliris oleh BKPM, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 50,4 triliun, naik 18,6 persen dari Rp 42,5 triliun pada periode yang sama tahun 2015 dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 96,1 triliun, naik 17,1 persen dari Rp 82,1 triliun pada periode yang sama pada tahun 2015.

Terkait realisasi PMA, Kepala BKPM menggaris bawahi masuknya Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam lima besar negara asal investasi. Realisasi investasi Tiongkok triwulan I 2016 mencapai US$ 0,5 miliar atau sekitar Rp 7 triliun (kurs Rp 13.000), naik 400 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian ini diharapkan menjadi indikasi meningkatnya realisasi investasi Tiongkok di masa yang akan datang,” katanya.

Lima besar negara asal investasi terbesar yaitu Singapura sebesar US$ 2,9 miliar, Jepang sebesar US$ 1,6 miliar, Hong Kong US$ sebesar 0,5 miliar,  RRT sebesar 0,5 miliar dan Belanda US$ 0,3 miliar.

Terkait penyerapan tenaga kerja, Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM, Azhar Lubis menjelaskan, realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada triwulan pertama 2016 mencapai 327.170 orang yang terdiri dari proyek PMDN sebanyak 136.560 orang dan dari proyek PMA sebanyak 190.610 orang.

“Capaian realisasi investasi ini positif bagi upaya pemerintah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja,” kata Azhar.

Dia mengatakan apabila dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja pada periode yang sama tahun lalu sebesar 315.229 orang, capaian triwulan pertama tahun 2016 menunjukkan peningkatan 3,08 persen.

“Proposi penyerapan tenaga kerja dari luar Jawa tercatat sebesar 146.320 orang naik 17,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedangkan penyerapan tenaga kerja di pula Jawa berkontribusi sebesar 180.850 orang turun sebesar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home