Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 15:05 WIB | Sabtu, 16 Januari 2021

BMKG: Gempa Majene Terjadi di Kerak Dangkal dan Sesar Naik Mamuju

Peta lokasi pusat gempa bumi di Sulawesi Barat, pada hari Jumat (15/1). (Foto: BMKG)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, merupakan jenis gempa kerak dangkal ataushallow crustal earthquake akibat adanya aktivitas sesar aktif.

Hasil analisIS tersebut didapatkan dengan memperhatikan lokasi pusat gempa atau episenter dan kedalaman hiposenternya, baik gempa signifikan pertama maupun yang kedua.

“Baik gempa signifikan pertama dan kedua yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal,” kata BMKG dalam keterangan resmi, hari Jumat (15/1).

Gempa bumi di Sulawesi Barat, yang pertama sebagai pembuka atau foreshockdilaporkan terjadi pada hati Kamis (14/1) pukul 13.35 WIB dengan Magnitudo 5,9 pada episenter 2,99 Lintang Selatan dan 118,89 Bujur Timur di darat pada jarak empat kilometer arah Barat Laut Majene, Sulawesi Barat, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa yang kedua atau mainshockterjadi pada hari Jumat (15/1) pukul 01.28 WIB dini hari dengan magnitudo 6,2. Dan episenter berada di 2,98 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur, di darat pada jarak enam kilometer arah timur laut Majene, pada kedalaman 10 kilometer.

Menurut dugaan sementara BMKG, gempa bumi tersebut dipicu oleh adanya Sesar Naik Mamuju atau Mamuju Thurst. “Diduga kuat pemicu gempa ini adalah Sesar Naik Mamuju,” jelas BMKG.

Hal itu dibuktikan dari hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thurst fault.

BMKG juga mengatakan bahwa mekanisme sesar naik ini mirip dengan pembangkit gempa di Lombok yang terjadi pada tahun 2018, di mana bidang sesar membentuk kemiringan bidang sesar ke daratan.

Mengenai Sesar Naik Mamuju, BMKG mengatakan bahwa itu memiliki magnitudo mencapai 7,0 dengan laju geser sesar adalah dua milimeter (mm) per tahun, sehingga sesar aktif ini harus diwaspadai karena mampu memicu gempa kuat.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home