Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 08:56 WIB | Rabu, 07 April 2021

BNPB: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi di Kawasan NTT

Korban siklon tropis Seroja di NTT: 128 meninggal, 72 hilang, 8424 mengungsi.
Sebuah kendaraan rusak terendam air banjir di Ile Ape, di Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, akibat banjir bandang hari Minggu (4/4). (Foto: AP/Ricko Wawo)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja masih berpotensi terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan. Sementara beberapa bencana yang terjadi pada akhir pekan lalu mengakibatkan lebih dari 8.000 warga mengungsi.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) pada Senin (5/4), malam, sebanyak 2.019 keluarga atau 8.424 warga mengungsi, serta 1.083 KK atau  2.683 warga lainnya terdampak bencana.

Siklon tropis Seroja pada hari Minggu (4/4) memicu hujan deras yang mengakibatkan tanah longsor dan banjir bandang di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan juga melanda wilayah negara tetangga, Timor Leste.

Di Timor Leste, sejumlah media menyebutkan korban jiwa mencxapai 27 orang dan ratusan orang mengungsi.  Di NTT, pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT.

Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 keluarga), Lembata 958 jiwa, Rote Ndao 672 jiwa (153 keluarga), Sumba Barat 284 (63 keluarga) dan Flores Timur 256 jiwa.

Delapan Kabupaten/Kota Terdampak

Siklon tropis ini melanda delapan wilayah administrasi kabupaten dan kota, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Total warga meninggal dunia berjumlah 128 orang, menurut keterangan tertulis BNPB. Korban itu terbanyak di Kabupaten Lembata: 67 orang, Flores Timur 49 orang, dan Alor 12 orang.

Sedangkan korban yang hilang (belum ditemukan) sebanyak 72 orang, yaitu di Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23 orang, dan Lembata 21 orang.

Kerugian akibat siklon tropis ini  termasuk 1.962 unit rumah yang terdampak, 119 unit rumah rusak berat, 118 unit rumah rusak sedang, dan 34 unit rumah rusak ringan. Bangunan fasilitas umum yang terdampak ada 14 unit yang rusak berat, satu unit rusak ringan, dan 84 lain terdampak.

Kerusakan pada sektor pemukiman sebagai berikut, menurut BNPB tercatat:

Kota Kupang:  10 unit rumah rusak sedang, 657 unit rumah terdampak.

Kabupaten Flores Timur: 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, dan 97 unit rumah terdampak, delapan unit fasum rusak berat.

Kabupaten Malaka: 1.154 unit rumah terdampak, 65 fasum terdampak.

Kabupaten Ngada: empat unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang, satu fasum terdampak.

Kabupaten Sumba Barat: 54 unit rumah terdampak.

Kabupaten Sumba Timur: tujuh fasum terdampak.

Kabupaten Rote Ndao: 12 unit rumah rusak berat.

Kabupaten Alor: 21 unit rumah rusak berat, 106 unit rumah rusak ringan, enam fasum rusak berat, satu fasum rusak ringan, 11 fasum terdampak.

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home