Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:09 WIB | Rabu, 02 Januari 2019

BNPB: Tim SAR Terus Cari 41 Korban Longsor Sukabumi

Ilustrasi. Ratusan anggota tim SAR gabungan yang dibantu warga sekitar, Selasa (1/1/2019) tengah berupaya mencari korban yang tertimbun longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sinarresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Antaranews.com/Aditya Aulia Rohman)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, tim SAR masih melakukan upaya pencarian 41 korban longsor di Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Longsor terjadi tiba-tiba pada Senin (31/12) pukul 17.30 WIB. Tim SAR terus melakukan pencarian korban longsor," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (1/1).

Hingga Selasa (1/1) dini hari pukul 02.30 WIB, dari Posko Tanggap Darurat di Desa Sirnaresmi tercatat 32 KK (107 jiwa) terdampak longsor di mana, terdiri atas lima orang meninggal dunia, tiga orang luka-luka, 61 orang di pengungsian dan 41 orang belum ditemukan.

Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban longsor yang menimbun 30 unit rumah terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan di Dusun Garehong Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bencana longsor terjadi pada 31/12/2018 pukul 17.30 WIB.

Menurut data sementara, kerugian fisik sementara terdapat 30 unit rumah tertimbun.

Upaya penanganan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, dengan mengirim tim ke lokasi kejadian serta bersama Basarnas dan warga setempat melakukan evakuasi dan pendataan.

Sutopo menjelaskan, kondisi di lokasi kejadian sementara ini hujan dengan listrik padam/mati lampu. Seluruh jaringan komunikasi untuk telepon genggam terhambat. Oleh karena itu, saat ini kegiatan pencarian serta evakuasi korban terdampak longsor dihentikan sementara karena kondisi tersebut.

Komunikasi dengan tim di lapangan hanya bisa menggunakan radio komunikasi/Handy Talkie (jaringan lokal/point to point). Sementara itu, jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi.

Untuk evakuasi diperlukan alat berat namun kondisi akses jalan dan medan cukup berat menuju lokasi bencana.(Antaranews.com)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home