Loading...
INDONESIA
Penulis: Melki Pangaribuan 15:25 WIB | Selasa, 27 Juli 2021

BPIP Kenalkan Pancamain ke Tenaga Pengajar RI

Tangkapan layar tentang lima permainan tradisional Indonesia dalam seminar Pengenalan Pancamain Indonesia yang diadakan oleh BPIP. (27/7/2021)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina mengenalkan nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalam Pancamain kepada para guru yang berasal dari seluruh Indonesia.

“Ada Pancasila dalam Pancamain Indonesia,” kata Rima ketika membuka pemaparannya saat mengisi seminar dalam jaringan (daring) bertema Pengenalan Pancamain Indonesia, Selasa (27/7).

Pancamain merupakan lima permainan tradisional Indonesia yang menjadi media belajar dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Permainan ini terdiri dari Panca Gasing, Bola Lima, Papancakan, Balap Jajar, dan Catur Teuku Umar.

“Pada permainan gasing, kita akan mengajarkan apa makna keseimbangan,” ujar Rima ketika menjelaskan nilai Pancasila yang terkandung dalam Panca Gasing.

Melalui putaran gasing, tenaga pengajar dapat menjelaskan bahwa keseimbangan benda yang berputar merupakan lambang dari keseimbangan masyarakat Indonesia dalam menjalankan hidup di tanah air. Gotong royong dan saling menghargai adalah dua poin yang menjaga keseimbangan kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

“Ketika bermain Balap Jajar, kita akan mengajarkan kesetaraan,” katanya melanjutkan.

Adapun yang dimaksud dengan kesetaraan adalah hak dan kewajiban yang dilaksanakan secara selaras, serasi, dan seimbang.

Kemudian, pada permainan Bola Lima, tercantum gambar lambang-lambang sila Pancasila. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan makna dari lambang-lambang tersebut kepada peserta didik.

Permainan keempat, yaitu Papancakan, memiliki tujuan untuk mengajarkan nilai musyawarah dan mufakat. Rima mengibaratkan proses menyusun kepingan-kepingan dalam permainan Papancakan sebagai bagian dari proses melakukan musyawarah untuk mencapai hasil (mufakat) yang memuaskan.

Penting untuk menjaga kepingan-kepingan tetap seimbang ketika berada dalam proses penyusunan untuk menghasilkan tinggi yang maksimal dan memuaskan para peserta permainan. Hal ini melambangkan pentingnya keseimbangan dalam proses musyawarah.

“Kemudian, pada catur Teuku Umar, kita akan mengajarkan bagaimana strategi melaksanakan persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa, yaitu bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Kelima permainan tersebut dipilih dari 2.600 permainan tradisional yang tercatat di Indonesia. BPIP juga memiliki tujuan untuk mengangkat permainan tradisional tersebut dengan pendekatan pemasaran dan kreatif.

Rima berharap, Pancamain tidak hanya memberikan sarana untuk mengenal Indonesia dan Pancasila, namun juga dapat berdampak ekonomi bagi pengrajin di seluruh Indonesia.

Seminar Pengenalan Pancamain Indonesia diselenggarkan oleh BPIP dan dihadiri oleh tenaga pengajar yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.

Pengenalan permainan ini diharapkan dapat membantu para guru untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak didik masing-masing melalui kegiatan yang menyenangkan dan dipraktikkan secara langsung.


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home