Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 08:39 WIB | Sabtu, 07 November 2020

BPPTKG: Stasus Gunung Merapi Naik Menjadi siaga

Warga termasuk kelompok rentan akan segera dievakuasi.
Puncak Gunung Merapi. (Foto: Antara)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Status Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi DIY dan Jawa Tengah dinaikkan dari waspada menjadi siaga, sejak Kamis (5/11) pukul 12.00 WIB.

“Status waspada ini sudah berlangsung cukup lama namun dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas kegempaan mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan terjadi penggembungan tubuh gunung api sehingga status pun dinaikkan menjadi siaga,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida di Yogyakarta, hari Kamis (5/11).

Sementara itu dilaporkan bahwa warga kelompok rentan di lereng Merapi akan segera dievakuasi ke barak pengungsian. Mereka menurut laporan Antara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, warga di Dusun Kalitengah Lor, Cangkringan, Sleman.

"Kalau tidak (hari) Minggu, ya Senin, kalau sudah siap nanti mulai dilakukan evakuasi," kata Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana, hari Jumat (6/11). Kelompok rentan yang diperkirakan sekitar 500 orang akan dievakuasi lebih dahulu meliputi anak-anak, difabel, lanjut usia, serta ibu hamil.

Data Pantauan

Data BPPTKG Yogyakarta menunjukkan aktivitas seismik Merapi mulai meningkat pada Oktober hingga saat ini dengan kegempaan bisa mencapai 29 kali sehari, gempa fase banyak 272 kali, hembusan hingga 64 kali, dan penggembungan tubuh gunung mencapai sekitar 11 centimeter per hari yang condong terjadi di sisi barat.

“Artinya, saat ini terjadi proses ekstrusi magma secara cepat,” katanya. Dan berdasarkan foto udara yang diambil pada 3 November diketahui belum muncul kubah lava.

Peningkatan aktivitas kegempaan tersebut disertai dengan peningkatan energi, namun tingkat energi yang terukur saat ini masih lebih rendah dibanding energi yang terjadi saat erupsi besar 10 tahun lalu, namun sudah jauh lebih tinggi dibanding energi pada erupsi April 2006.

“Dengan kondisi Gunung Merapi saat ini, indikasinya mengarah ke letusan eksplosif yang mengiringi karakter utama Merapi dengan letusan efusif,” katanya.

Potensi bahaya letusan Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada 12 desa dan 30 dusun yang berada di empat kabupaten, yaitu Sleman di DIY serta Magelang, Boyolali, dan Klaten di Jawa Tengah.

BPPTKG juga merekomendasikan kegiatan penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III untuk dihentikan, begitu pula dengan kegiatan wisata dan pendakian ke Gunung Merapi. “Guguran masih mengarah ke Sungai Gendol, karena bukaan kawah Gunung Merapi mengarah ke sungai tersebut,” katanya.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home