Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 10:11 WIB | Sabtu, 09 Oktober 2021

Cakupan Vaksinasi Jadi Acuan Level PPKM di Daerah

Indonesia datangkan lagi 1,1 juta vaksin Pfizer.
Kedatangan vaksin Pfizer di Indonesia, hari kamis (7/10). (Foto: dok. Satgas)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Capaian vaksinasi menjadi acuan penetapan level dalam PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di daerah, terutama pada cakupan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, pemerintah memasukkan capaian vaksinasi di daerah menjadi salah satu indikator level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah peningkatan vaksinasi untuk kelompok umur lansia.

Dikatakan, masih ada sejumlah daerah dan target sasaran yang capaian vaksinasinya rendah, terutama untuk kelompok umur lansia. "Saya berharap ada strategi yang disusun sesuai dengan permasalahan atau hambatan yang spesifik di masing-masing wilayah untuk meningkatkan cakupan pada kelompok rentan ini,” katanya.

Ketentuan penurunan level kabupaten/kota dari level 3 menjadi level 2 dengan capaian total vaksinasi dosis satu minimal 50 persen dan capaian vaksinasi dosis satu lansia di atas 60 tahun minimal 40 persen.

Penurunan level kabupaten/kota dari level 2 ke level 1 dengan capaian total vaksinasi dosis satu minimal 70 persen dan capaian vaksinasi dosis satu lansia di atas 60 tahun minimal 60 persen

Sementara itu, hari Kamis (7/10) Indonesia mendatangkan lagi vaksin COVID-19. Kali ini kedatangan tahap ke-85 dalam jumlah 1.199.250 dosis vaksin jadi buatan Pfizer yang berasal dari pembelian.

Vaksin tiba di Bandar Udara Soekarno Hatta dan Bandar Udara Ahmad Yani Semarang, hari Kamis (7/10). Total vaksin yang datang dalam bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi adalah 278.281.780, kata Siti Nadia Tarmizi.

Dia mengatakan, pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin untuk kepentingan vaksinasi nasional. Dan dengan kedatangan vaksin ini menunjukkan stok vaksin aman. Di lain sisi, lanjutnya, pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat segera divaksinasi.

"Tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin aman dan berkhasiat," kata Nadia.

Seiring upaya percepatan vaksinasi, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. "Karena vaksin bukan satu-satunya tameng untuk melindungi dari COVID-19," katanya.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home