Loading...
SAINS
Penulis: Sotyati 18:50 WIB | Jumat, 29 Mei 2015

Camilan Buah Kering Mengandung Lebih Banyak Gula

Ilustrasi. (Foto: appforhealth.com)

LONDON, SATUHARAPAN.COM – Action on Sugar menemukan kandungan gula sebanyak tiga atau empat sendok makan dalam makanan ringan (camilan) buah kering.

Produk makanan ringan buah kering yang biasanya menjadi salah satu bekal makan siang anak-anak ke sekolah, seperti diberitakan dailymail.co.uk, mengandung lebih banyak gula dibanding permen, menurut  Action on Sugar. Lembaga berbasis di London itu merupakan tempat berkumpulnya para ahli berbagai bidang keilmuan yang punya kepedulian terhadap gula dan pengaruhnya terhadap kesehatan.

Action on Sugar, menurut bbc.co.uk, melihat 94 produk makanan ringan yang dijual di Inggris, dan menemukan kandungan gula tiga atau empat sendok makan dalam buah kering berlapis.

Para ahli kesehatan anak menyebut temuan itu mengerikan, walaupun industri makanan ringan itu mengatakan tidak ada tambahan gula dalam sebagian besar produk mereka seperti dicantumkan di label.

Kelompok Action on Sugar menyarankan para orang tua memberikan anak-anak buah segar dan sayuran, bukan makanan ringan olahan buah.

Kelompok itu juga menyerukan produsen makanan menghentikan praktik penambahan gula yang tidak perlu pada produk makanan ringan buah kering, sementara mereka mencantumkan label bahwa makanan itu "salah satu dari lima porsi sehari", yaitu porsi buah dan sayur yang dianjurkan dikonsumsi setiap hari. Sebagian lagi mencantumkan produknya 75 persen dari buah.

Katharine Jenner, Direktur Action on Sugar, mengatakan kepada bbc.co.uk, "Orang tua sudah kesulitan mengetahui apa sebenarnya yang 'sehat', ditambah lagi dengan klaim menyesatkan yang dikeluarkan oleh produsen makanan.”

"Semua buah yang belum diproses, lebih sehat daripada makanan ringan yang terbuat dari buah-buahan olahan dan minuman jus buah, karena mengandung vitamin, mineral, air dan serat, dan tidak menyebabkan kerusakan gigi yang menghancurkan anak-anak saat ini," dia menambahkan.

Colin Michie, Ketua Komite Nutrisi Pediatri dan Kesehatan Anak di Royal College, mengatakan temuan itu mengagetkan dan mengerikan. "Buah mengandung serat yang kita butuhkan, namun manfaat buah-buahan dalam makanan ringan itu hilang karena tertutup oleh yogurt dan pelapis manis lainnya," kata Michie.

Editor : Sotyati

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home