Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:42 WIB | Jumat, 13 Januari 2017

Cara Baru Pengobatan Kanker Hati

Ilustrasi: Cara-cara baru pengobatan kanker hati (Foto: voaindonesia.com /University of Missouri)

MISSOURI, SATUHARAPAN.COM - Bagi penderita kanker hati, hanya ada dua pilihan, yaitu mendapat pencangkokan hati, atau membuang bagian yang terkena kanker itu. Keduanya memerlukan operasi besar, dan pasien yang mendapat pencangkokan hati itu harus minum obat immuno-suppressant sepanjang hidup mereka, supaya hati cangkokan itu tidak diserang oleh sistem kekebalan tubuh.

Namun, para ilmuwan sedang mengusahakan pendekatan baru yang yang tidak menggunakan operasi. Pengobatan dengan kemoterapi dan radiasi, bisa merusak sel-sel sehat di sekitar tumor. Tetapi cara baru ini menggunakan senyawa kimia dari tanaman yang tidak beracun.

Kattesh Katti, profesor di Fakultas Kedokteran University of Missouri, memimpin studi yang menggunakan teknologi nano untuk menarget dan menghancurkan sel-sel tumor prakanker di hati tikus dan sel-sel manusia dalam cawan petri.

“Kedengarannya seperti sebuah dongeng, tapi kami sudah sampai pada stadium lanjut dalam hal pengobatan tumor dan diagnosa penyakit," kata Kattesh Katti.

Katti menggunakan partikel-partikel emas yang sangat kecil yang dibungkus dengan bahan pelindung yang diambil dari pohon akasia. Partikel-partikel itu menarik sel prakanker dan sel ganas, yang bisa dibunuh dengan panas.

"Pasien akan diberi partikel nano ini. Dua jam kemudian, pasien akan diobati dengan laser, untuk memanaskan bagian-bagian yang telah disusupi dengan partikel-partikel emas tadi, dan kemudian bisa pulang. Jadi, tidak ada bahan radioaktif. Tidak ada limbah beracun, dan pasien sama sekali tidak terkena racun. Tidak ada," kata Kattesh Katti.

Katti mengatakan, biaya pengobatan tidak mahal, karena satu gram emas dapat digunakan untuk mengobati 50 pasien. Lagipula, kata Katti, pengobatan itu dapat digunakan untuk membunuh jenis kanker lainnya, arthritis atau encok dan penyakit yang melemahkan lainnya. Langkah selanjutnya adalah uji klinik pada manusia.

Kalau manjur, teknik ini adalah kabar baik bagi hampir 800.000 orang yang didiagnosa terkena kanker hati setiap tahun dan bisa menyelamatkan 700.000 orang yang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. (voaindonesia.com)

 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home