Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Sabar Subekti 18:49 WIB | Rabu, 01 Februari 2023

Cegah Tragedi, Polri Akan Revisi Peraturan Pengamanan Acara Olah Raga

Kapolri pada penutupan Kursus Manajemen Pengamanan Stadion di Mabes Polri, Rabu (1/2/2023). (Foto: Humas Polri)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan merevisi Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022 tentang pengamanan olah raga.

Menurut Kapolri, hal itu perlu dilakukannya untuk mencegah terulangnya tragedi kerusuhan di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Seiring dengan beberapa waktu yang lalu kejadian di Kanjuruhan yang tentunya menjadi perhatian kita bersama bahwa ke depan hal ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Kapolri usai penutupan Kursus Manajemen Pengamanan Stadion di Mabes Polri, Rabu (1/2/2023).

Kapolri menyoroti beberapa aspek yang perlu diperbaiki mulai dari sisi penyelenggaraan, keamanan, hingga manajemen pengaturan suporter. Hal ini pun bakal diperbaiki lewat Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022.

“Polri terus melakukan perbaikan, beberapa waktu yang lalu kita melaksanakan perubahan terkait dengan Perpol Nomor 10. Di mana di dalamnya mengatur bagaimana menggunakan personel, kemudian yang terutama adalah analisa terhadap risiko, khususnya stadion yang akan digunakan,” kata Kapolri.

“Di situ kemudian bisa ditentukan dengan kapasitas yang ada dan pintu-pintu keluar, pintu masuk, exit. Kemudian bagaimana kesiapan kesehatan yang ada, semuanya menjadi satu kesatuan,” kata Kapolri.

Pengamanan Sepak Bola Standar FIFA

Kapolri meminta seluruh peserta betul-betul mengimplementasikan ilmu yang didapatkannya dari para pengajar yang berasal dari Conventry University Inggris. Apalagi, para pengajar merupakan pakar dan praktisi di bidang pengamanan stadion.

“Ke depan penyelenggaraan keamanan olah raga sepak bola betul-betul dilaksanakan sesuai standar FIFA,” kata Kapolri dalam sambutannya. Kapolri mengatakan sepak bola merupakan olah raga dengan fans terbesar di dunia. Jumlah penggemarnya mencapai 3,5 miliar orang.

“Kalau di Indonesia, 70 persen masyarakat senang menonton sepak bola. Bila dikelola dengan baik, tentunya jadi suatu industri yang luar biasa,” kata Kapolri.

Kapolri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim pengajar. Kolaborasi dengan dari Conventry University Inggris menjadi bukti keseriusan Polri mendukung reformasi sepak bola Indonesia. Kursus yang berlangsung dari 25 Januari 2023 hingga 2 Februari 2023 itu untuk memastikan pertandingan sepak bola berlangsung lebih aman.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home