Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:41 WIB | Selasa, 03 Desember 2019

Crop Hero: Alat Cerdas Monitoring Lingkungan Pertanian Karya Mahasiswa IPB University

Crop Hero alat monitoring lingkungan karya mahasiswa IPB University, telah meraih Juara 1 dalam sebuah Lomba Startup/inovasi AgroMaritime 4.0 yang diadakan di Jakarta, awal November lalu.(Foto:ipb.ac.id)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM – Kebutuhan dunia pertanian, terhadap teknologi sebagai penunjang dalam memudahkan petani tidak bisa dipungkiri. Terlebih dalam penerapan pertanian presisi yang bertujuan untuk meminimalkan input dan memaksimalkan output. Berbagai gagasan teknologi mutakhir telah digagas dan pada beberapa negara maju telah diterapkan.

Hal ini mendorong tiga mahasiswa IPB University yakni Hari Agung Pratama (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem), Dewi Anawati (Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan), Sutan Muhamad Sadam Awal (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem), untuk membuat alat monitoring lingkungan pertanian berbasis Internet of Things. Alat ini bisa menampilkan parameternya melalui mobile apps dan website secara real-time. Alat tersebut dinamai Crop Hero.

“Crop Hero, tersusun atas dua model yaitu indoor dan juga outdoor. Alat-alat ini ke depannya juga akan terus berkembang menjadi beberapa produk yang saling terintegrasi. Adapun nilai lebih yang dimiliki oleh Crop Hero adalah, meningkatkan hasil panen, mengurangi risiko gagal panen, mengurangi biaya produksi, menghasilkan lebih banyak uang dan meningkatkan produktivitas lahan,” kata Hari Agung, sebagai perwakilan tim, dilansir  situs ipb.ac.id, padaKamis (28/11).

Hari Agung menceritakan, awal mula  membuat alat ini yaitu terinspirasi dari salah satu kakak kelas sewaktu praktik lapang saat menemukan masalah terkait susahnya melakukan pengukuran parameter di semua greenhouse di Perusahaan Amazing Farm. Kini, inovasi yang telah dihasilkan oleh Hari dan rekan-rekannya digunakan oleh Perusahaan Amazing Farm dan Bisi Internasional.

“Saat ini brand alat kami masih dalam pengurusan, sehingga nanti jika ada yang akan membeli maka yang dibeli adalah alat beserta sistemnya. Adapun harga dari alat ini secara umum adalah delapan juta rupiah. Harga bisa naik tergantung dengan banyak sensor yang dibutuhkan. Sistem kerja alatnya berupa paket sensor yang diambil secara berkala, lalu karena menggunakan microcontroller yang terkoneksi dengan internet, data tersebut dikirimkan ke cloud, setelah itu baru bisa ditampilkan melalui mobile app dan website,” kata Hari.

Melalui alat Crop Hero tersebut, Hari dan rekan-rekannya meraih Juara 1 dalam sebuah Lomba Startup/inovasi AgroMaritime 4.0 yang diadakan di Jakarta, awal November lalu.

“Alhamdulillah senang bisa berkesempatan mendapat juara satu. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan pihak kampus maupun pemerintahan terkhusus Dinas Pertanian daerah agar bisa menerapkan alat tersebut secara massal,” katanya.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home