Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 06:39 WIB | Jumat, 30 September 2016

Da'i Berperan Membendung Paham Radikalisme dan Terorisme

Ilustrasi. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam. (Foto: kemenag.go.id)

BANGKA, SATUHARAPAN.COM – Sekretaris  Jenderal Kementerian Agama Nur Syam menyatakan, da'i mempunyai peran signifikan dalam meminimalisasi dan menekan serta mencegah paham radikalisme dan terorisme.

Nur Syam mengatakan radikalisme tidak hanya terjadi dalam Islam, namun semua agama. Bahkan saat ini, kata Nur Syam, tidak ada satu pun institusi pemerintah yang kebal terhadap gerakan radikalisme, bahkan Kementerian Pertahanan sekalipun.

“Peran da'i tidak hanya penting, tapi urgent dalam menekan dan meminimalisasi paham-paham yang radikal yang menjurus pada aksi-aksi teror. Dan, kegiatan seperti ini sangat langka dan harus diapresiasi," kata Nur Syam saat menjadi nara sumber pada "Dialog Pelibatan Da'i dalam Program Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme di Provinsi Bangka Belitung" di Desa Tanjung Pesona, Sungailiat Kabupaten Bangka, Kamis (29/9).

Dialog tersebut diselenggarakan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat.

Nur Syam mengatakan penganut paham radikalisme dan terorisme, kini terjadi di kalangan anak muda. Bahkan terorisme telah bergeser, jika dulu dilakukan oleh masyarakat yang terpinggirkan yang putus asa dan miskin, kini dilakukan oleh masyarakat intelek, bahkan akademisi dan birokrat.

"Bisa dilihat, jika ada orang ceramah, isi ceramahnya mulai mempermasalahkan Pancasila, UUD, NKRI, maka patut dicurigai bahwa ceramah itu mengandung ajaran radikalisme,” kata Nur Syam.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Syam mengurai beberapa makna jihad yang memang beragam, baik yang tercantum dalam hadits maupun al-Qur'an. Nur Syam memaparkan makna jihad perspektif Fiqih. Nur Syam mengatakan peran yang dilakukan Kemenag sehubungan isu ekstremisme  tersebut?

"Kemenag lebih berperan pada sisi pencegahan, utamanya dalam ranah pemahaman keagamaan," kata Nur Syam.

Nur Syam juga memaparkan beberapa solusi, baik pendek, menengah maupun jangka panjang. Namun apapun itu, terang Menag, ketidakadilan masih menjadi alasan utama, penguatan paham radikalisme. Karenanya, harus kita pikirkan pula agar masyarakat ini mendapatkan Keadilan dan kesejahteraannya.

Kegiatan tersebut dihadiri 200 peserta dari berbagai kalangan dan menghadirkan beberapa pembicara, yakni Direktur Pasca Sarjana, STAIN SAS, Hata Marrasyid dan salah satu mubalight asal Pangkal Pinang H Nazrin.

Sebelumnya, Bupati Bangka, Tarmizi H Sa'at mengatakan sebagai kepala daerah, dirinya perlu dikasih kritik yang membangun.

"Ulama harus memberi masukan kepada umara, agar ke depan, umara tidak sombong dan tak tahu diri," kata dia. (kemenag.go.id)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home