Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 16:29 WIB | Minggu, 12 Februari 2017

Dana Kampanye Ahok-Djarot Habiskan Rp 53,6 Miliar

Dana Kampanye Ahok-Djarot Habiskan Rp 53,6 Miliar
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp 53,6 miliar dari total penerimaan sebesar Rp 60,1 miliar yang telah dikumpulkan dari patungan masyarakat sejak bulan Oktober 2016 sampai Januari 2017 seperti disampaikan oleh Bendahara Tim Sukses Ahok-Djarot, Charles Honoris dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Pemenangan Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (12/2). (Foto-foto: Dedy Istanto)
Dana Kampanye Ahok-Djarot Habiskan Rp 53,6 Miliar
Bendahara Tim Sukses Ahok-Djarot, Charles Honoris (tengah) menunjukkan laporan penerimaan dan pengeluaran dari dana Kampanye Rakyat yang dikumpulkan dari patungan masyarakat tidak hanya dari Jakarta namun juga di seluruh Indonesia.
Dana Kampanye Ahok-Djarot Habiskan Rp 53,6 Miliar
Bendahara Tim Sukses Ahok-Djarot, Charles Honoris memberikan keterangan kepada awak media terkait dengan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran dana kampanye kepada masyarakat.
Dana Kampanye Ahok-Djarot Habiskan Rp 53,6 Miliar
Bendahara Tim Sukses Ahok-Djarot, Charles Honoris (tengah) berbicang dengan tim komunikasi Kampanye Rakyat, Nita Kartikasari (kiri) yang didampingi staf bendahara, Michael Sianipar (kanan) sebelum acara konferensi pers terkait laporan pertanggungjawaban dana kampanye untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat kepada publik.
Dana Kampanye Ahok-Djarot Habiskan Rp 53,6 Miliar
Grafik penerimaan dana kampanye dari pihak badan hukum swasta sebanyak 83 badan sebesar Rp 15,4 miliar atau 26,5 persen dari total Rp 60,1 miliar dana yang terkumpul.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pengeluaran dana kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat menghabiskan Rp 53,6 miliar dari total penerimaan sebesar Rp 60,1 miliar dari sumbangan masyarakat.

“Kami melaporkan total hasil penerimaan dan pengeluaran dari Kampanye Rakyat yang merupakan bentuk pertanggungjawaban kami sebagai bendahara terhadap uang hasil patungan masyarakat yang tidak hanya datang dari warga Jakarta, namun juga dari masyarakat di seluruh Indonesia sebagai akhir penutupan kampanye Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat,” kata Bendahara Timses Ahok-Djarot, Charles Honoris, didampingi oleh tim komunikasi Kampanye Rakyat, Nita Kartikasari dan staf bendahara Michael Viktor Sianipar, dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Pemenangan Borobudur, Jakarta Pusat, hari Minggu (12/2).

Charles menambahkan, sebanyak 99,2 persen jumlah partisipan, 73,5 persen jumlah dana patungan berasal dari individu atau perseorangan sebesar Rp 42,9 miliar dari total Rp 60,1 miliar. Sementara dana kampanye yang berasal dari badan hukum swasta sebesar Rp 15,4 miliar atau 26,5 persen dari total jumlah partisipan patungan sebanyak 83 badan.

“Total pengeluaran pasangan Ahok-Djarot tercatat sebesar Rp 53,6 miliar. Pengeluaran operasional kegiatan selama masa kampanye menjadi sumber pengeluaran paling besar terutama di penyebaran bahan kampanye ke publik dengan total Rp 24,5 milar, diikuti dengan pengeluaran untuk pertemuan terbatas sebesar Rp 9,2 miliar dan pertemuan tatap muka sebesar Rp 7,3 miliar, rapat sebesar Rp 5,3 miliar, dan kegiatan lain-lain sebesar Rp 1,8 miliar,” ujar Charles.

Dana Kampanye Rakyat adalah program yang diusung oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2017 yang dimulai sejak tanggal 29 Oktober 2016 dan ditutup pada tanggal 5 Januari 2017. 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home