Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 09:15 WIB | Rabu, 22 April 2020

Danatur Multinasional Bantu Alat Uji COVID-19 ke Yaman

Seorang pria mengenakan masker untuk mencgah penularan virus corona baru di kota Sanaa, Yaman. (Foto: dok. Reuters)

SATUHARAPAN.COM-Sekelompok perusahaan multinasional mengatakan pada hari Rabu (22/4) bahwa pihaknya menyumbangkan puluhan ribu alat uji virus corona dan peralatan medis ke Yaman. Sistem kesehatan negara itu hancur akibat perang selama lima tahun dan membuat jutaan orang rentan terhadap penyakit itu.

Yaman, dengan kemampuan pengujian yang sangat terbatas, telah melaporkan hanya satu kasus virus corona yang dikonfirmasi di laboratorium, yang diumumkan pada 10 April. PBB dan kelompok-kelompok bantuan telah memperingatkan bahwa wabah menjadi bencana jika penyakit itu menyebar di antara penduduk yang kekurangan gizi akut.

Inisiatif Internasional tentang COVID-19 (IICY) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengiriman pertama sebanyak 34 ton akan mencapai Yaman pekan depan dan berisi 49.000 alat pengumpul virus, 20.000 alat tes cepat, lima alat sentrifugal dan peralatan yang memungkinkan dilakukan 85.000 tes, dan 24.000 kit uji asam nukleat untuk COVID-19.

IICY didirikan oleh badan amal konglomerat keluarga multinasional Yaman, Hayel Saeed Anam (HSA), Tetra Pak, Unilever, Cluster Sektor Swasta Yaman yang didukung Bank Dunia, dan Federasi Kamar Dagang dan Industri Yaman.

Inisiatif ini bekerja sama dengan PBB yang akan mendistribusikan peralatan yang disumbangkan, termasuk 225 ventilator dan lebih dari setengah juta masker. HSA menyediakan pengiriman pertama, kata pernyataan itu.

Hingga kini Yaman memiliki kapasitas untuk menguji hanya beberapa ribu orang, yang disediakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Negara ini juga menghadapi kekurangan ventilator dan pakaian pelindung.

“Infrastruktur kesehatan Yaman tidak akan mampu mengatasi tekanan  oleh COVID-19. Kita semua takut bahwa akibatnya akan menjadi kerugian besar bagi kehidupan,” kata Ketua IICY, Nabil Hayel Saeed Anam, mendesak perusahaan-perusahaan sektor swasta lainnya untuk bergabung dengan inisiatif mereka. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home