Loading...
FOTO
Penulis: Sabar Subekti 12:25 WIB | Senin, 01 Februari 2021

Demontrasi di Rusia Menantang Penahanan Tokoh Oposisi

Demontrasi di Rusia Menantang Penahanan Tokoh Oposisi
Petugas polisi menahan seorang demonstran muda selama protes di dekat penjara Matrosskaya Tishina tempat Alexei Navalny ditahan, di Moskow, Rusia, pada hari Minggu, (31/1/2021). (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko)
Demontrasi di Rusia Menantang Penahanan Tokoh Oposisi
Polisi menahan pengunjuk rasa selama protes terhadap pemenjaraan pemimpin oposisi Alexei Navalny di Moskow, Rusia, hari Minggu (31/1/2021). (Foto: AP/Dmitry Serebryakov)
Demontrasi di Rusia Menantang Penahanan Tokoh Oposisi
Petugas polisi menahan seorang pria selama protes terhadap pemenjaraan pemimpin oposisi Alexei Navalny di Moskow, Rusia, pada hari Minggu (31/1/2021). (Foto AP / Alexander Zemlianichenko)
Demontrasi di Rusia Menantang Penahanan Tokoh Oposisi
Polisi berdiri memblokir akses ke lapangan selama protes terhadap pemenjaraan pemimpin oposisi Alexei Navalny di Volgograd, Rusia. (Foto: AP/Dmitry Rogulin)

MOSKOW, SATUHARAPAN.CO-Sekitar 5.100 orang ditahan polisi Rusia dari berbagai kota di negara iti, hari Minggu (31/1). Mereka menggelar ptotes pemenjataan tokoh oposisi Alexei Navalny.

VIDEO POLISI RUSIA MENANGKAPI PARA DEMONSTRAN, KLIK DI SINI!

Demonstran meneriakkan slogan-slogan menentang Presiden Vladimir Putin, puluhan ribu orang turun ke jalan di seluruh Rusia untuk menuntut pembebasan pemimpin oposisi Alexei Navalny. Ini protes nasional yang mengguncang Kremlin. Selain ribuan ditahan, kelompok pemantau melaporkan dan beberapa orang dipukuli.

Amerika Serikat mendesak Rusia untuk membebaskan Navalny dan mengkritik tindakan keras terhadap protes. "AS mengecam penggunaan taktik keras yang terus-menerus terhadap pengunjuk rasa damai dan jurnalis oleh otoritas Rusia selama dua pekan berturut-turut," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken di Twitter.

Kementerian Luar Negeri Rusia menolak seruan Blinken sebagai "campur tangan kasar dalam urusan dalam negeri Rusia" dan menuduh Washington berusaha mengguncang situasi di negara itu dengan mendukung protes. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home