Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 18:34 WIB | Jumat, 05 Juni 2015

Dewan Gula versi Kadin Usul Pembentukan Sugar Fund

Ilustrasi gula. (Foto: istimewa)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Dewan Gula Indonesia (DGI) versi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan agar pemerintah juga membentuk lembaga yang menghimpun dana khusus untuk memajukan industri gula nasional (sugar fund).

“Saya kira sudah saatnya kita pikirkan bersama untuk membuat sugar fund ini karena yang selalu menjadi masalah adalah harga gula yang tinggi tapi tidak dinikmati petani,” kata Ketua DGI sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Bulog Natsir Mansyur di Menara Kadin Jalan H.R Rasuna Said Jakarta Selatan, Kamis (4/6).

Dia menilai bahwa selama ini yang menikmati keuntungan dari tingginya harga gula adalah pedagang bukan petani. Sehingga kemajuan industri perkebunan tidak berkembang dengan pesat.

“Nah, dengan adanya sugar fund harga gulanya itu bisa terjamin dan bisa membantu petani khususnya di perkebunan,” kata dia.

Kemudian, DGI akan memformulasikan mekanisme pemungutan dana maupun hal-hal terkait lainnya dengan para pemangku kebijakan. Tahun ini, kata dia, diharapkan rumusan tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah.

“Mekanisme pemungutan dana bisa saja dari pengusaha itu sendiri, bisa saja diambil dari teman-teman (pengusaha) gula rafinasi pengimpor raw sugar gitu kan, bisa juga disesuaikan misalnya dari penjualan gula kristal putih,” kata Natsir.

Pembentukan sugar fund ini fungsinya hampir sama dengan lembaga pengumpul Dana Perkebunan Kelapa Sawit (CPO Supporting Fund) yang sudah lebih dulu diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 (Perpres 61/2015).

Isi dari Perpres tersebut diantaranya adalah dana dari lembaga tersebut harus digunakan untuk memajukan perkebunan kelapa sawit di antaranya pengembangan sumber daya manusia perkebunan, penelitian dan pengembangan, promosi, peremajaan, dan memperbaiki atau memperbarui sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home