Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:54 WIB | Jumat, 27 Desember 2019

Diculik 50 Tahun Lalu, Ketemu Melalui Identifikasi DNA

Diculik 50 Tahun Lalu, Ketemu Melalui Identifikasi DNA
Foto dari bayi yang diculik pada april 1964 ketika baru berusia dua hari. (Foto-foto: dari AP)
Diculik 50 Tahun Lalu, Ketemu Melalui Identifikasi DNA
Chesterdan Dora Fronczak, dengan rosario berdoa untuk kmbalinya putra mereka.

MICHIGAN, SATUHARAPAN.COM-Seorang pria Michigan baru-baru ini diidentifikasi sebagai anak laki-laki yang diculik ketika baru lahir yang diambil dari ibunya pada tahun 1964. Penculiknya seseorang yang menyamar sebagai perawat di bangsal bersalin. Dia ditemukan melalui situs web keturunan komersial setelah pria atau anak dari DNA yang diserahkannya ke situs untuk mempelajari lebih lanjut tentang silsilah keluarga mereka, seorang ahli genetika yang berperan dalam penemuan itu mengatakan kepada AP, hari Jumat (20/12).

Laporan media baru-baru ini mengatakan pria itu berusia 55 tahun yang sekarang tinggal di pedesaan di Michigan. Dia adalah anak Chester dan Dora Fronczak diculik pada tanggal 27 April 1964 ketika baru berusia dua hari, dari rumah sakit Chicago. Laporan-laporan itu belum memberikan rincian tentang bagaimana dia ditemukan, selain dikatakan melalui identifikasi DNA.

Ahli genetika, CeCe Moore, mengungkapkan dalam sebuah wawancara telepon bahwa ia dan putra adopsi Fronczaks. Paul Fronczak menyerahkan DNA dari salah satu kerabat dekat bocah lelaki yang diculik itu ke situs-situs leluhur pada tahun 2014 dalam apa yang ia gambarkan sebagai ekspedisi pemancingan genetik.

DNA itu diserahkan ke Ancestry.com, 23andme.com, MyHeritage.com, dan FamilyTreeDNA.com, yang, jika digabungkan, memiliki sekitar 30 juta catatan DNA, kata Moore.

Setelah Moore dan Paul Fronczak menyerahkan DNA, yang bisa mereka lakukan hanyalah menunggu dan berharap untuk kejadian jangka panjang: bahwa bocah lelaki yang diculik-sekarang dewasa atau salah satu keturunannya sendiri akan mengirimkan DNA ke salah satu situs leluhur.

Mereka akhirnya mendapat pemberitahuan tahun lalu melalui salah satu situs yang ada kecocokan, kata Moore. Pemberitahuan termasuk pengidentifikasi dan cara untuk berkomunikasi dengan mereka yang mengirimkan DNA yang cocok.

Mengutip kekhawatiran tentang pelanggaran privasi pria dan keluarga Fronczak, Moore menolak untuk menawarkan beberapa detail utama, termasuk nama pria itu dan di mana ia tinggal di Michigan.

Dora Fronczak berusia 28 ketika putranya yang baru lahir dan diculik. Dia sekarang berusia 80-an tahun dan masih tinggal di daerah Chicago. "Yang paling penting adalah dia dan ibunya bisa mengadakan reuni," kata Moore kepada AP. "Harapan terbesar kami adalah agar hal itu terjadi." Namun Moore tidak bisa mengatakan mengapa reuni belum terjadi.

Moore tidak akan mengatakan siapa yang menyerahkan DNA yang membuktikan bahwa lelaki Michigan itu adalah bocah lelaki yang diculik. Tetapi dia mengatakan bahwa orang itu tidak dipaksa untuk menyerahkan DNA melalui proses hukum atau pidana.

Dia mengatakan pemahamannya adalah bahwa motivasi untuk mengirimkan DNA, seperti motivasi bagi kebanyakan orang yang menggunakan perusahaan layanan DNA, adalah rasa ingin tahu yang umum tentang keturunan.

Sebuah pernyataan FBI yang dikeluarkan pekan ini mengkonfirmasi penyelidikan tetap terbuka dan agen-agen terus mengejar petunjuk. Tetapi pernyataan itu berhenti mengkonfirmasikan laporan bahwa lelaki Michigan itu adalah anak yang diculik lima dekade lalu. Pertama dilakukan oleh stasiun televisi Las Vegas, KLAS, dan kemudian oleh WGN-TV Chicago. Stasiun-stasiun itu juga tidak menyebutkan nama pria itu atau mengatakan di mana ia tinggal di Michigan.

Dari tahun-tahunnya ketika meneliti kasus ini, Moore mengatakan bahwa dia percaya bocah lelaki itu diculik oleh seseorang yang bermaksud membesarkannya atau menjualnya kepada seseorang yang ingin. Penculik mengambil bayi itu dari rumah sakit tempat Dora Fronczak melahirkan pada April 1964.

Pada tahun 1966, seorang anak laki-laki ditemukan ditinggalkan di New Jersey, dan pejabat penegak hukum mengatakan pada saat itu bahwa ia memiliki telinga seperti bayi yang diculik di Chicago. Keluarga Fronczaks percaya bahwa dia adalah anak mereka yang telah lama hilang. Mereka secara resmi mengadopsinya dan menamainya Paul Fronzcak, nama yang diberikan kepada bayi yang baru lahir sebelum penculikannya.

Tes genetika yang belum tersedia pada 1960-an diungkapkan pada 2013 bahwa bocah yang ditemukan di New Jersey itu sebenarnya bukan putra Fronczaks.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home