Loading...
MEDIA
Penulis: Sabar Subekti 00:30 WIB | Rabu, 29 April 2020

Dituduh Mengejek "Pengobatan Islam" Pimred Kantor Berita Iran, ILNA, Ditangkap

Seorang pri dengan masker berjalan di Teheran, ibu kota Iran, pada 3 April 2020. Pemerintah Iran baru-baru ini menangkap dua wartawan karena tuduhan mengejek "pengobatan Islam" dalam kartun yang dimuat di kantor berita ILNA. (Foto: dok. AP)

TEHERAN, SATUHARAPAN.COM-Pemimpin redaksi kantor berita ILNA (Iranian Labour News Agency) Iran, serta seorang manajer media sosial di kantor tersebut, ditangkap karena kartun yang dimuat dinilai mengejek "pengobatan Islam."

Pemimpin redaksi ILNA, Masoud Heydari, dan manajer Telegram agensi itu, Hamid Haghjoo, ditangkap pada hari yang sama ketika kartun itu dimuat, kata jaksa Teheran, Ali Alghasi-Mehr, hari Senin (27/4), menurut laporan Al Arabiya.

Heydari telah dibebaskan dengan jaminan, sementara Haghjoo masih dalam tahanan, menurut media pemerintah.

Kartun itu diposting dan kemudian dihapus di saluran Telegram ILNA pada hari Jumat (24/4). Telegram adalah aplikasi pesan yang sangat populer di kalangan orang Iran.

“Pengobatan Islam" di Iran bergantung pada perkataan para Imam Syiah untuk merawat pasien dan menolak pengobatan modern.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, juga digambarkan sebagai seorang perawat yang menyerukan agar membungkam kartun itu. Ulama senior di Republik Islam Iran juga menganjurkan untuk meyakini pengobatan Islam.

Ulama yang kuat, Ayatollah Mahmoud Hashemi-Shahroudi, dilaporkan sebagai seorang penasihat untuk “pengobatan Islam’ dan pernah dianggap sebagai kemungkinan pengganti Khamenei. Dia meninggal pada tahun 2018, karena mempercayai pengobatan Islam, menurut putranya.

"Para dokter Islam mengatakan kepada ayah saya untuk tidak memperhatikan apa yang dikatakan dokter modern tentang kesehatannya," kata Ala Hashemi-Shahroudi pada Desember lalu.

Khamenei juga diyakini sebagai penganjur “pengobatan Islam.” (Al Arabiya)

Kartun itu mengejek seorang praktisi "pengobatan Islam" yang baru-baru ini menyarankan orang Iran untuk minum air kencing unta yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit, termasuk akibat infeksi virus corona.

Kartun itu juga mengejek Ayatollah Abbas Tabrizian, yang dianggap sebagai bapak "pengobatan Islam" oleh para pengikutnya di Iran.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home